Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri menggeledah 12 lokasi dari Cipete hingga Sentul pada Rabu (8/7).

Penggeledahan terkait dugaan korupsi batu bara, Asabri, dan PT Krakatau Steel.

>>> Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS Sore Ini

Di sebuah rumah di Sentul, polisi menemukan brankas besar tersembunyi. Seorang ahli kunci bernama Roy dipanggil dari Bogor untuk membongkarnya.

Roy mengaku brankas itu memiliki sistem keamanan canggih dengan dua lapis baja. "Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual.

Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal," kata Roy di Sentul, Kamis (9/7).

Proses pembongkaran memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan mesin pemotong. Di dalam brankas, Roy melihat koper-koper berisi barang bukti.

Polisi kemudian mengonfirmasi temuan itu.

>>> Prabowo Resah Indonesia Belum Lolos Piala Dunia

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut barang bukti terdiri dari 74 kg emas batangan, uang rupiah Rp100 juta, dolar AS US$4.767.300, dan dolar Singapura Sin$14.083.800.

Total estimasi mencapai Rp476 miliar.

Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus ini menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian," ujarnya.

Penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatra, serta kasus Asabri dan Krakatau Steel.

>>> Panduan Skill dan Build Terbaik Diaochan di Honor of Kings

Kasus meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.