Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor pada Rabu (8/7/2026).

Penggeledahan dilakukan serentak di sejumlah kantor perusahaan, rumah pribadi, kafe, tempat penukaran uang, hingga apartemen.

>>> FIFA Tolak Banding Prancis soal Kartu Kuning Olise, AS Lobi Lewat Trump

Dari operasi tersebut, penyidik menyita uang tunai dalam berbagai mata uang, emas batangan, serta dokumen yang diduga terkait tindak pidana.

Temuan di Cafe de'Clan dan Rumah di Bogor

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan penyidikan dilakukan melalui skema joint investigation antara Kortastipidkor dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Di rumah tersebut, penyidik menemukan kompartemen rahasia berisi emas batangan dan dolar AS.

Selain itu, petugas menggeledah Cafe de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan.

Dari kafe itu, penyidik menyita uang tunai dalam mata uang asing dan rupiah yang nilainya mencapai hampir Rp60 miliar.

Polisi juga membawa tiga orang dari kafe tersebut untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

>>> Trump Sebut Pemimpin Iran 'Sampah', Menlu Araghchi Beri Respons Menohok

Penggeledahan juga dilakukan di kantor PT CBS di Cengkareng dan Penjaringan, kantor PT KNI di Jakarta Pusat, kediaman MN di Tangerang Selatan, serta sejumlah rumah, kantor, dan apartemen di Kuningan dan Gandaria.

Seluruh barang bukti diamankan dan dibawa ke markas kepolisian dengan pengawalan personel Brimob untuk penyidikan lebih lanjut.

Perkara yang Ditangani

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan penggeledahan serentak di 12 lokasi sebagai bagian dari proses penyidikan.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan upaya mencari dan mengumpulkan alat bukti guna melengkapi berkas perkara.

Perkara yang ditangani mencakup dugaan suap, gratifikasi, pencucian uang, korupsi terkait pasokan batu bara PLN yang menyebabkan blackout, perkara ASABRI, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang antara PT CBS dan PT KNI.

>>> Pasukan AS Gempur Iran Hari Kedua, Selat Hormuz Terancam Ditutup

Hingga Rabu malam, penyidik masih melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi. Kepolisian menyatakan proses penyidikan terus berlangsung untuk menelusuri aliran dana dan mengumpulkan bukti tambahan.