Marine Le Pen Diizinkan Nyapres Prancis Meski Terjerat Korupsi
Pemimpin partai sayap kanan Reli Nasional (Front National), Marine Le Pen, diizinkan mencalonkan diri menjadi presiden dalam pemilihan umum Prancis pada 2027.
Le Pen mengumumkan pencalonan diri pada Selasa (7/7) setelah pengadilan di Prancis memangkas masa hukuman hak politiknya.
>>> KPK: Ketua DPRD Kuansing Diduga Tahu Praktik Korup Bupati
"Malam ini, saya adalah kandidat dalam pemilihan presiden," kata Le Pen ke media televisi TF1, dikutip The Guardian.
Selain hukuman hak politik, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun dengan dua tahun masa percobaan. Selama tahun berikutnya, dia mengenakan gelang kaki elektronik untuk pemantauan.
Le Pen menegaskan akan mengajukan banding ke Mahkamah Kasasi, pengadilan tertinggi Prancis. Langkah ini akan menunda vonis dan ada jangka waktu dia tak memakai gelang kaki elektronik.
"Saya menganggap kami tak bersalah atas tuduhan yang ditujukan kepada kami," ucap eks anggota parlemen Prancis itu.
Le Pen meyakini langkah tersebut akan memudahkan dia berkampanye secara bebas hingga pemilihan presiden dua putaran pada April dan Mei.
Mahkamah Kasasi biasanya membutuhkan waktu antara satu tahun hingga 18 bulan untuk mengeluarkan keputusan tentang dasar hukum vonis Le Pen.
>>> Bomber Polandia Patryk Klimala Bantah Rumor Gabung Persib Bandung
Belum pasti apakah pengadilan bisa memberikan putusan lebih cepat.
"Pengajuan banding ke Mahkamah Kasasi menangguhkan efek putusan tersebut, jadi saya akan berkampanye tanpa gelang kaki elektronik," katanya kepada TF1.
Sebelum pengumuman itu, pengadilan Prancis meringankan hukuman hak politik Le Pen dari lima tahun dilarang mengikuti pemilu menjadi 15 bulan.
Dia sudah menjalani hukuman sejak vonis pertama pada Maret 2025.
Artinya, secara hukum hak politik Le Pen sudah kembali dan boleh mencalonkan diri dalam pilpres pada 2027.
Le Pen mulanya dinyatakan bersalah karena berperan dalam penggelapan lebih dari €2,8 juta atau sekitar Rp48 miliar dana parlemen Eropa.
>>> Saibari Resmi Absen saat Maroko Hadapi Prancis, Singa Atlas Tetap Percaya Diri
Dia juga disebut menyalurkan uang itu ke partainya di Paris pada 2004 hingga 2016.
Update Terbaru
Manga Go! Go! Loser Ranger! Hiatus hingga Agustus karena Kesehatan Kreator
Kamis / 09-07-2026, 15:14 WIB
Ohio Lottery Umumkan Nomor Pemenang untuk Pengundian 8 Juli
Kamis / 09-07-2026, 15:13 WIB
Bandai Namco Rilis Sword Art Online Echoes of Aincrad pada Juli 2026
Kamis / 09-07-2026, 15:13 WIB
Arus Keluar Bersih ETF Bitcoin Spot AS Capai 85 Juta Dolar
Kamis / 09-07-2026, 15:09 WIB
Gugatan Diskriminasi Agama terhadap Alaska Airlines Dihidupkan Kembali oleh Pengadilan Banding AS
Kamis / 09-07-2026, 15:08 WIB
20 Game Penghasil Uang 2026 Terbukti Membayar Langsung ke Rekening
Kamis / 09-07-2026, 15:08 WIB
Duel Panas Smartphone Rp3 Jutaan: Perbandingan Infinix Hot 70 vs iQOO Z10R 5G, Mana yang Paling Layak Ditebus?
Kamis / 09-07-2026, 15:08 WIB
Minecraft Update 2026 Akhirnya Hadirkan Fitur Duduk Setelah 17 Tahun
Kamis / 09-07-2026, 15:08 WIB
First Day of School Artinya Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kamis / 09-07-2026, 15:07 WIB
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp10 Juta? Ini Faktanya
Kamis / 09-07-2026, 15:07 WIB
Seluruh Kepolisian Barrackville Dipecat Setelah Pembobolan Ruang Barang Bukti
Kamis / 09-07-2026, 15:07 WIB
Amran Klaim Metode Tanam Modern Tingkatkan Pendapatan Petani hingga Rp16 Juta
Kamis / 09-07-2026, 15:07 WIB
Protes Penggusuran Lahan, 4 Warga Adat Tananahu Maluku Ditangkap
Kamis / 09-07-2026, 15:07 WIB
PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia di Lapangan Rama
Kamis / 09-07-2026, 15:07 WIB







