Nilai tukar rupiah ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (9/7) sore.

Mata uang Garuda berada di level Rp18.128 per dolar AS, turun 114 poin atau 0,63 persen dibandingkan hari sebelumnya.

>>> Prabowo Resah Indonesia Belum Lolos Piala Dunia

Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang Asia yang bervariasi.

Yuan China menguat 0,14 persen, ringgit Malaysia naik 0,09 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,09 persen, dan yen Jepang menguat 0,17 persen.

Sementara itu, peso Filipina melemah 0,19 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,37 persen, dan dolar Hong Kong bergerak stabil.

Di kelompok mata uang negara maju, pergerakannya juga beragam.

>>> Panduan Skill dan Build Terbaik Diaochan di Honor of Kings

Euro menguat 0,17 persen, poundsterling Inggris naik 0,21 persen, dolar Australia terapresiasi 0,12 persen, dan franc Swiss menguat 0,30 persen.

Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,08 persen terhadap dolar AS.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu kombinasi sentimen domestik dan global.

Dari dalam negeri, penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen dan data penjualan ritel Indonesia menekan pergerakan rupiah.

>>> Mengenal Estetika Klasik yang Kini Kembali Tren

Sementara dari eksternal, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia yang turut memicu tekanan terhadap rupiah.