Nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp18.100 pada perdagangan Kamis (9/7) siang.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di Rp18.102 per dolar AS pada pukul 12.38 WIB.

>>> Geger MNC Tower! Branch Manager MNC Bank Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Berat dan Pelecehan, Kuasa Hukum Buka Suara

Pelemahan hari ini mencapai 88 poin atau minus 0,49 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah sentimen risk off global yang meningkat.

Mata Uang Asia Bervariasi

Di kawasan Asia, beberapa mata uang ikut melemah. Peso Filipina turun 0,11 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,04 persen.

Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,09 persen, yuan China naik 0,11 persen, dan yen Jepang naik 0,12 persen.

Rupee India naik 0,14 persen, baht Thailand naik 0,04 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.

>>> Kekacauan di Pemilu Senat Maine Ancam Peluang Demokrat Jadikan Trump Bebek Lumpuh

Mayoritas mata uang negara maju juga terpantau menguat.

Dolar Australia naik 0,11 persen, euro Eropa plus 0,14 persen, dolar Kanada naik 0,06 persen, poundsterling Inggris naik 0,11 persen, dan franc Swiss naik 0,20 persen.

Analis: Sentimen Risk Off dan Domestik Tekan Rupiah

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi kembali melemah. Menurutnya, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah meningkatkan sentimen risk off.

Selain faktor global, lemahnya sentimen domestik juga turut menekan rupiah. "Investor menantikan data penjualan ritel siang ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.

>>> Cara Dapatkan Skin Langka Eksklusif di Event Anniversary Free Fire ke-9

com.