Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (9/7) pagi.

Mata uang Garuda turun 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.066 per dolar AS.

>>> Korea Luncurkan Visa Digital Nomad, WNI Bisa Kerja Remote dari Seoul

Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi.

Yuan China menguat 0,13 persen, dolar Singapura naik 0,06 persen, dan yen Jepang terapresiasi 0,09 persen.

Sementara itu, peso Filipina melemah 0,11 persen, won Korea Selatan turun 0,09 persen, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,01 persen.

Dolar Hong Kong bergerak stabil.

Mata uang utama negara maju kompak menguat terhadap dolar AS.

>>> Apple dan Broadcom Umumkan Kesepakatan Chip Senilai $30 Miliar

Euro Eropa naik 0,08 persen, poundsterling Inggris menguat 0,07 persen, dolar Australia terapresiasi 0,03 persen, dolar Kanada naik 0,07 persen, dan franc Swiss menguat 0,12 persen.

Analis: Rupiah Berpotensi Kembali Melemah

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS.

Hal ini dipicu meningkatnya sentimen risk off akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Selain itu, lemahnya sentimen domestik juga turut memberi tekanan terhadap rupiah. Investor menantikan data penjualan ritel yang akan dirilis siang ini.

>>> Khawatir Masa Depan Anak di Era AI? Ini Rahasia Menyiapkannya Menjadi Lifelong Learner

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.