Penyakit ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering menyerang kucing, terutama yang sudah berusia lanjut.

Jika tidak ditangani sejak dini, penyakit ini bisa berkembang menjadi kronis dan mengancam keselamatan hewan peliharaan.

>>> Apakah Film Moana Live-Action (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, mengatakan gangguan ginjal pada kucing meliputi penyakit ginjal kronis (CKD) hingga batu ginjal (nefrolitiasis).

Kondisi ini bahkan lebih sering ditemukan dibandingkan diabetes atau penyakit jantung pada kucing senior.

Gangguan ginjal dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti paparan zat beracun dari tanaman lili, cairan antibeku, hingga obat-obatan manusia.

Infeksi, trauma, tekanan darah tinggi, dan hipertiroidisme juga meningkatkan risiko penyakit ginjal pada kucing.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala gangguan ginjal biasanya berkembang perlahan dan baru terlihat saat fungsi ginjal sudah menurun signifikan.

Tanda yang perlu diwaspadai antara lain kucing lebih sering minum, perubahan frekuensi buang air kecil, gangguan pencernaan, muntah, berat badan turun, gusi kering, kulit kehilangan elastisitas, mata cekung, hingga napas berbau amonia.

Prof. Ronny menyarankan pemilik untuk memperhatikan perubahan kebiasaan minum dan buang air kecil. Jika terjadi peningkatan yang tidak biasa, segera bawa kucing ke dokter hewan.

Pemeriksaan darah dan urine secara rutin sangat dianjurkan, terutama untuk kucing di atas tujuh tahun. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sebelum kondisinya semakin parah.

Ultrasonografi (USG) ginjal secara berkala juga dapat membantu mengetahui adanya batu ginjal atau kelainan lain.

Langkah Menjaga Kesehatan Ginjal Kucing

Prof. Ronny membagikan beberapa langkah yang bisa dilakukan pemilik untuk menjaga kesehatan ginjal kucing.