Virus Hanta, yang dikenal sebagai 'virus gudang', sebenarnya bukan berasal dari gudang, melainkan dari hewan pengerat yang terinfeksi.

Virus ini dapat menyebabkan penyakit paru-paru parah atau gangguan ginjal pada manusia.

>>> Trump Sebut Iran Pembohong, Kesepakatan Sementara Dianggap Batal

Penularan terjadi ketika seseorang menghirup partikel debu yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur tikus. Risiko tertinggi saat membersihkan ruangan tertutup yang telah lama ditinggali tikus.

Apa Itu Virus Hanta?

Hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami beredar pada hewan pengerat. Tikus dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit.

Di Amerika Utara dan Selatan, beberapa jenis hantavirus menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.

Sementara di Eropa dan Asia, virus ini lebih sering menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Bagaimana Penularan Terjadi?

Infeksi paling sering terjadi setelah kontak dengan urine, kotoran, air liur, atau bahan sarang tikus. Risiko tinggi saat membersihkan area yang terkontaminasi tanpa ventilasi yang baik.

Menyapu atau menyedot debu kering sangat berbahaya karena dapat mengaduk partikel virus ke udara. Cara aman adalah membasahi area dengan disinfektan sebelum membersihkan.

Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi. Pengecualian adalah virus Andes di Amerika Selatan yang dapat menular melalui kontak dekat dengan pasien.

Pada tahun 2026, wabah virus Andes terkait dengan kapal pesiar M/V Hondius dilaporkan oleh WHO.

Sebanyak 13 kasus termasuk tiga kematian, namun wabah telah dinyatakan berakhir pada Juli 2026.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala muncul beberapa minggu setelah paparan.

Pada HPS, gejala awal mirip flu: demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, pusing, mual, muntah, diare, atau sakit perut.