Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa ketegangan militer terbaru dengan Iran tidak akan berujung pada perang besar.

Menurutnya, eskalasi yang terjadi hanya bersifat sementara dan situasi akan segera terkendali.

>>> Trump Klaim Jadi Target Utama Pembunuhan Iran, Amerika Waspada

"Saya tidak berpikir ini akan dimulai lagi. Saya pikir semuanya akan berakhir dengan sangat cepat," kata Trump, Kamis (9/7).

Pernyataan itu muncul setelah AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran. Serangan tersebut merupakan respons atas aksi Iran yang menyerang kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

"Mereka menyerang beberapa kapal, lalu kami menyerang mereka dengan jauh lebih keras," ujar Trump.

Washington menyebut operasi militer itu menyasar fasilitas pertahanan Iran, termasuk sistem radar, pertahanan udara, rudal antikapal, dan aset Garda Revolusi Iran.

Iran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Teluk.

>>> Krisis Memori Parah, Harga DDR4 Naik Lebih 50% pada Q3 2026

Meski demikian, Trump optimistis konflik tidak akan berkepanjangan.

Ia menilai kedua pihak memahami risiko besar jika ketegangan terus meningkat, terutama terhadap stabilitas kawasan dan perdagangan energi global.

"Apa pun yang terjadi akan berakhir dengan sangat cepat dan justru akan membuat keadaan lebih aman, termasuk bagi perdagangan minyak," kata Trump.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

>>> Serikat Pekerja Bethesda: PHK Tak Sentuh Manajemen, Tapi Hantam Developer

Ketegangan di kawasan ini selalu menjadi perhatian pasar internasional dan berpotensi memengaruhi harga energi global.