Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan di balik keputusan militernya yang tidak menghancurkan infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran.

Menurut Trump, Washington justru mempertimbangkan kemungkinan mengambil alih pulau yang menjadi pusat industri minyak negara tersebut.

>>> Trump Sindir Kekuatan Garda Revolusi Iran: Hanya Punya Kapal Kecil

Trump mengonfirmasi bahwa pulau tersebut menjadi salah satu sasaran operasi militer dari Amerika.

Namun, ia mengaku secara khusus memerintahkan pasukannya agar tidak menyasar jaringan minyak yang berada di kawasan tersebut.

"Kami menyerang pulau tersebut tadi malam. Kami menghantam sebagian wilayahnya.

Saya berkata, jangan sentuh minyaknya karena mungkin kami akan mengambil alih Pulau Kharg," kata Trump, dikutip Kamis (9/7).

Ia bahkan menyatakan bahwa musuh tidak memiliki kemampuan untuk mencegah jika pasukan militernya memutuskan mengambil kendali atas pulau tersebut.

"Kami mungkin akan mengambil alih Pulau Kharg. Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," ujarnya.

Meski demikian, sang presiden menegaskan pasukan militernya tetap diperintahkan menyerang sasaran lain di pulau tersebut, selama tidak mengenai jaringan pipa maupun fasilitas ekspor minyak.

>>> Trump Yakin Perang Iran-AS Tak Akan Terulang, Situasi Dinilai Aman

"Saya mengatakan jangan serang pipa-pipanya. Serang yang lainnya, dan mereka melakukannya," lanjutnya.

Pulau Kharg memiliki posisi yang sangat strategis bagi Iran.

Pulau yang berada dalam kawasan teluk itu menjadi pusat ekspor minyak utama negara tersebut dan berperan penting dalam aktivitas pengiriman energi menuju Selat Hormuz.

Ia merupakan salah satu jalur perdagangan minyak tersibuk di dunia.

Trump juga mengisyaratkan bahwa operasi militer negaranya terhadap kawasan tersebut belum tentu berhenti.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa strateginya bukan hanya melemahkan kemampuan militer musuh, tetapi juga menjaga kemungkinan penguasaan terhadap kawasan yang memiliki nilai ekonomi dan strategis tinggi.

Rencana tersebut diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara, mengingat wilayah tersebut merupakan aset vital bagi perekonomian Iran.

>>> Trump Klaim Jadi Target Utama Pembunuhan Iran, Amerika Waspada

Ia juga menjadi salah satu simbol penting sektor energi negara tersebut.