Seorang hakim federal di Manhattan pada Rabu, 8 Juli 2026, memerintahkan pencairan dana lebih dari 5,8 juta dolar AS kepada penulis E.

Jean Carroll.

>>> Hakim Tolak Permintaan Kembalikan Nama Trump ke Kennedy Center

Keputusan ini diambil setelah upaya banding Donald Trump terhadap vonis perdata tahun 2023 mengenai pelecehan seksual dan pencemaran nama baik tidak membuahkan hasil.

Hakim Distrik AS Lewis A.

Kaplan mengizinkan dana tersebut dikeluarkan dari sistem investasi pengadilan, tempat uang itu disimpan setelah Trump menyetor 5 juta dolar sebagai jaminan.

Dalam waktu satu jam setelah keputusan itu, Trump mengajukan banding baru untuk mencegah transfer dana.

Pengacara Carroll Desak Percepatan

Pengacara Carroll, Roberta Kaplan, meminta jadwal yang dipercepat untuk pencairan dana setelah Mahkamah Agung AS pada 29 Juni menolak meninjau kasus ini.

"Ini adalah akhir dari perjalanan," kata Roberta Kaplan. Ia menegaskan bahwa kliennya berhak mengakses dana yang telah dijamin berdasarkan ketentuan pengadilan sebelumnya.

"Sudah waktunya dia membayar Carroll," tambah Kaplan.

Tim hukum Carroll menolak penundaan lebih lanjut, mengingat litigasi telah berlangsung di berbagai tingkat peradilan selama empat tahun.

>>> Hershey Luncurkan Rasa Baru Reese's Pieces dengan Isian Kukis Cokelat

Kaplan menyebut upaya Trump untuk menunda pencairan dengan alasan mempertimbangkan permohonan reconsideration ke Mahkamah Agung tidak berdasar.

"Setelah empat tahun litigasi di setiap tingkat sistem pengadilan federal, sudah waktunya kasus ini berakhir," ujar Kaplan.

Bantahan Trump

Perwakilan hukum Trump mengajukan keberatan pada 7 Juli, dengan alasan dana harus tetap diamankan sementara mereka meminta Mahkamah Agung mengadili ulang kasus ini.

Mereka mengklaim bahwa pencairan dana akan menyebabkan kerugian finansial yang tidak dapat dipulihkan jika vonis awal dibatalkan.

Pengacara Trump juga berargumen bahwa Carroll berniat mendistribusikan dana tersebut ke organisasi pihak ketiga, sehingga dana sulit dikembalikan.

Trump sendiri menyebut kasus ini sebagai "kasus palsu" dan "senjata hukum" yang bermotif politik. Ia juga menegaskan bahwa pembayaran akan mengakibatkan "kerugian yang tidak dapat dipulihkan."

Trump terus mempertahankan bahwa klaim Carroll sepenuhnya direkayasa, dan ia telah berulang kali menyebutnya sebagai "hoax."

Gugatan awal Carroll diajukan pada November 2019, menuduh bahwa pernyataan publik Trump selama masa kepresidenannya sangat merugikan karier profesionalnya.

>>> Mantan Pemain dan Pelatih MLB Phil Regan Meninggal di Usia 89

Dokumen pengadilan menyatakan bahwa pernyataan Trump secara eksplisit merusak tanpa memerlukan konteks eksternal.