Perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko akan menjadi panggung reuni emosional dua megabintang, Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi.

Pertemuan ini terjadi 43 bulan setelah duel sengit mereka di semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Prancis menumbangkan Maroko sebelum melaju ke final.

>>> Iran Ancam AS: Coba Kuasai Pulau Kharg, Kalian Akan Masuk Neraka

Di luar rivalitas antarnegara, Mbappe dan Hakimi dikenal memiliki persahabatan erat. Hubungan mereka bermula saat sama-sama membela Paris Saint-Germain (PSG).

Mbappe bahkan kerap memuji Hakimi di depan publik dan menyebutnya sebagai bek kanan terbaik di dunia.

Namun, di perempat final ini, persahabatan itu harus dikesampingkan selama minimal 90 menit. Keduanya kini menjadi pemimpin utama bagi negaranya masing-masing.

Statistik performa mereka sepanjang turnamen menunjukkan betapa krusialnya peran mereka. Hakimi menjadi motor penggerak Maroko dari lini belakang.

Hakimi tercatat sebagai pemain dengan operan terbanyak (385 umpan), umpan silang terbanyak ke kotak penalti (33), dan tembakan tepat sasaran terbanyak (13).

Ia aktif bergerak di setiap lini permainan Maroko.

>>> Ngamuk Lempari Polisi, Ini Permintaan Pendukung MBG Saat Demo di Kantor BGN

Sementara itu, Mbappe yang kini membela Real Madrid tampil mematikan di lini serang Prancis.

Kapten Les Bleus ini mengoleksi tujuh gol, 26 tembakan tepat sasaran, dan 271 jalur operan.

Kekuatan Prancis di Piala Dunia edisi ini juga lebih bervariasi.

Pelatih Didier Deschamps tidak hanya bergantung pada Mbappe, tetapi juga pada Ousmane Dembele dan Michael Olise yang menjadi senjata baru di lini depan.

Pertandingan diprediksi berjalan sengit.

>>> Restorasi 218 Perwara Candi Prambanan Ditarget Rampung Sebelum 2029

Prancis membawa ambisi besar dengan daya gedor lini serang yang tajam, sedangkan Maroko di bawah komando Hakimi siap menciptakan kejutan lagi.