Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dirinya menjadi target utama pembunuhan oleh Iran. Namun, ia menegaskan ancaman tersebut tidak akan memengaruhi sikap maupun kebijakannya.

Trump kembali mengungkap bahwa namanya berada di urutan teratas dalam daftar target yang diincar Teheran. Hal ini menyusul serangan yang menewaskan sosok dari Ali Khamenei.

>>> Krisis Memori Parah, Harga DDR4 Naik Lebih 50% pada Q3 2026

"Saya nomor satu dalam daftar target pembunuhan oleh Iran," kata Trump, dikutip Kamis (9/7).

Trump menyebut sejumlah pemimpin dari negara tersebut telah berganti akibat konflik yang berlangsung. Menurutnya, hal itu bisa terulang lagi jika perang kembali terjadi antara Iran dan Amerika Serikat.

"Mereka punya pemimpin, sekarang sudah tidak ada. Mereka punya kelompok pemimpin berikutnya, sekarang juga sudah tidak ada.

Sekarang mereka punya pemimpin baru. Mereka juga mungkin akan hilang.

Siapa yang tahu?" ujarnya.

Meski mengakui dirinya menjadi sasaran utama, Trump mengatakan ia sama sekali tidak merasa khawatir. "Saya juga mungkin akan hilang karena saya target nomor satu mereka."

Namun, ia langsung menambahkan bahwa ancaman tersebut tidak membuatnya gentar. Menurutnya, ia hanya menjalankan tugas sebagai presiden Amerika Serikat.

>>> Serikat Pekerja Bethesda: PHK Tak Sentuh Manajemen, Tapi Hantam Developer

"Saya benar-benar tidak peduli karena saya sedang menjalankan tugas saya.

Saya berharap saya melakukannya lebih baik daripada siapa pun sebelumnya, karena negara kita sedang kuat dan sangat sukses," kata Trump.

Menurut Trump, ia hanya menyampaikan informasi tersebut karena fakta bahwa namanya memang disebut sebagai target oleh Iran.

Ancaman Bukan Hal Baru

Ancaman terhadap Trump sebenarnya bukan hal baru.

Sejak 2019, banyak ancaman pembunuhan terhadapnya setelah pemerintahannya memerintahkan serangan pesawat nirawak yang menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran Jenderal Qassem Soleimani.

Pernyataan Trump disampaikan di tengah memanasnya hubungan Washington dan Teheran. Amerika Serikat menyerang sejumlah target militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Teluk.

>>> Sutradara Mortal Kombat 2 Ungkap Adegan Kematian Paling Mengharukan

Meski situasi keamanan semakin memanas, Trump menegaskan dirinya tetap akan menjalankan kebijakan yang menurutnya diperlukan demi kepentingan negaranya tanpa memedulikan ancaman yang ditujukan kepadanya.