Serikat pekerja Bethesda Game Studios (BGSU) menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan Microsoft baru-baru ini tidak menyentuh lapisan manajemen, melainkan justru menimpa puluhan pengembang di lini depan.

Dalam pernyataan di Bluesky, BGSU menegaskan bahwa PHK di Bethesda Game Studios bukanlah pemangkasan terhadap "14 lapisan manajemen" seperti yang disebutkan dalam pengumuman PHK oleh CEO Xbox Asha Sharma.

>>> Sutradara Mortal Kombat 2 Ungkap Adegan Kematian Paling Mengharukan

"Kami kehilangan puluhan programmer, seniman, desainer, dan penguji. Banyak dari mereka telah bekerja di BGS selama puluhan tahun," tulis BGSU.

PHK ini merupakan bagian dari gelombang pemangkasan besar-besaran di divisi Xbox yang memecat 3.200 orang, dengan 1.600 di antaranya langsung diberhentikan.

Studio yang terkena dampak termasuk ZeniMax Online (pengembang Elder Scrolls Online), Obsidian (Avowed, Pentiment), id Software (Doom), dan bahkan Bethesda Game Studios yang sedang menggarap The Elder Scrolls 6.

>>> Agen Federal Tewaskan Tersangka di Motel Memphis

Sebelumnya, BGSU mengecam PHK berulang Microsoft sebagai "rutinitas tahunan yang menegangkan." Mereka juga mendorong para penggemar untuk menyuarakan kekhawatiran melalui portal umpan balik Xbox.

Petisi di portal tersebut yang menuntut Microsoft mengakhiri penutupan studio dan siklus PHK telah mendapat lebih dari 1.900 dukungan.

>>> Jorge Jesus Sepakat Tangani Timnas Portugal Selama Empat Tahun

PHK kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Xbox dan akan berlangsung hingga akhir tahun fiskal 2027. Sekitar 1.600 karyawan Xbox masih menunggu kepastian nasib mereka.