Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Iran. Ia menilai Teheran tidak lagi menunjukkan itikad baik dalam menjalankan kesepakatan yang sebelumnya dibahas bersama Washington.

Trump mengaku kecewa karena para pejabat Iran kerap menyampaikan persetujuan saat pembicaraan tertutup, namun kemudian memberikan pernyataan berbeda kepada publik.

>>> Prabowo Akui Angka 8 Selalu Mengikuti Sepanjang Karier Politiknya

"Mereka pembohong. Kami membuat kesepakatan.

Lalu mereka keluar dan berbicara kepada media. Mereka mengatakan, 'Kami bahkan tidak pernah membicarakan hal itu.'

Bagi saya, semuanya sudah selesai," ujar Trump, dikutip Kamis (9/7).

Presiden Amerika itu menilai sikap tersebut membuat proses diplomasi kehilangan makna.

Meski membuka peluang bagi tim negosiator negaranya untuk tetap berkomunikasi dengan pihak terkait, Trump mengaku pesimistis pembicaraan akan menghasilkan kemajuan.

Serangan Balasan dan Eskalasi Konflik

Pernyataan Trump muncul hanya beberapa jam setelah pasukan militernya melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran.

>>> Prabowo Akui Angka 8 Selalu Mengikuti Sepanjang Karier Politiknya

Washington juga mencabut izin penjualan minyak negara itu sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Menurut Trump, Amerika Serikat sebenarnya telah memberikan ruang bagi Iran untuk menyelenggarakan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Namun, Iran disebut kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial sehingga memicu aksi balasan dari Washington.

Kesepakatan sementara antara kedua negara sebelumnya dirancang untuk menurunkan ketegangan sekaligus menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis itu dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Namun situasi kembali memanas setelah sedikitnya tiga kapal dagang diserang saat melintasi kawasan tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebagai balasan menyatakan telah menghantam lebih dari 80 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, radar pantai, serta kapal yang dinilai digunakan untuk mengancam jalur pelayaran internasional.

>>> Obsidian Dikabarkan Kembangkan Fallout Baru, Avowed 2 Batal

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait. Eskalasi terbaru itu kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.