Virus Hanta, yang sering disebut sebagai 'barn virus', belakangan menjadi perhatian karena penyebarannya yang cepat.

Namun, para ahli menegaskan bahwa virus ini sebenarnya tidak berasal dari lumbung, melainkan dari tikus yang terinfeksi.

>>> Trump Sebut Iran Pembohong, Kesepakatan Sementara Dianggap Batal

Hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami beredar pada hewan pengerat. Tikus dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit.

Di Amerika Utara dan Selatan, beberapa jenis hantavirus menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.

Sementara di Eropa dan Asia, jenis lain menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Bagaimana Penularan Terjadi?

Manusia biasanya terinfeksi setelah kontak dengan urine, kotoran, air liur, atau bahan sarang tikus.

Risiko tertinggi terjadi saat membersihkan area yang telah lama ditinggali tikus, terutama jika ruangan tidak berventilasi.

Ketika bahan yang terkontaminasi mengering dan bercampur debu, partikel virus dapat terhirup. Menyapu atau menyedot debu kering sangat berisiko karena dapat mengaduk partikel ke udara.

Infeksi juga bisa terjadi jika bahan terkontaminasi menyentuh kulit yang terluka, mata, hidung, atau mulut.

Mengapa Lumbung dan Gudang Sering Disebut?

Lumbung, gudang, kabin, garasi, dan ruang bawah tanah sering dikaitkan dengan hantavirus karena tempat-tempat tersebut menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan bagi tikus.

Risiko meningkat saat orang membersihkan ruangan tanpa ventilasi atau tanpa membasahi area terkontaminasi terlebih dahulu.

>>> Trump Sebut Iran Pembohong, Kesepakatan Sementara Dianggap Batal

Cara yang lebih aman adalah dengan ventilasi ruangan sebelum membersihkan, menghindari menyapu atau menyedot debu kotoran tikus, memakai pelindung yang sesuai, dan menggunakan disinfektan untuk membasahi area sebelum dibersihkan.