Saham SpaceX mengalami penurunan tajam pada Rabu, kurang dari 24 jam setelah perusahaan milik Elon Musk itu resmi masuk dalam indeks Nasdaq-100.

Harga saham merosot ke rekor terendah sekitar US$145 pada sore hari, di bawah harga IPO sebesar US$150.

>>> BanG Dream! YUME∞MITA dan The 100 Girlfriends Season 3 Rilis Visual Kolaborasi Kedua

Meski sempat bangkit ke US$148, saham masih turun lebih dari 13 persen dalam lima hari terakhir dan 35 persen dari puncak tertinggi pada pertengahan Juni.

Kinerja buruk ini kembali menyoroti kesenjangan besar antara valuasi SpaceX yang hampir US$2 triliun dengan kenyataan bahwa perusahaan belum mencetak laba.

SpaceX tercatat merugi hampir US$5 miliar tahun lalu dengan pendapatan lebih dari US$18,5 miliar.

Merger dengan startup AI milik Musk, xAI, yang juga membakar miliaran dolar, tidak membantu situasi.

Penurunan saham SpaceX terjadi bersamaan dengan pengumuman rivalnya, Blue Origin milik Jeff Bezos, yang berhasil menggalang dana US$10 miliar dengan valuasi US$130 miliar.

Ini pertama kalinya Blue Origin mencari pendanaan eksternal.

>>> Statistik Menawan Lukaku Ancam Spanyol di 8 Besar Piala Dunia 2026

Kedua perusahaan bersaing mengembangkan wahana antariksa untuk mengembalikan astronot ke Bulan bagi NASA. Belum jelas sejauh mana pendanaan Blue Origin mempengaruhi saham SpaceX.

SpaceX juga terimbas tekanan pada Nasdaq secara keseluruhan. Pasar dan harga minyak AS terguncang setelah kebijakan pemerintah Trump yang kembali memicu perang dengan Iran.

Selasa lalu, Departemen Keuangan AS melarang Iran menjual minyak, mendorong harga minyak naik.

Meski kondisi sulit, banyak analis tetap optimis terhadap SpaceX.

Morgan Stanley memulai liputan dengan peringkat "Overweight" dan target harga US$300, lebih dari dua kali lipat harga saat ini.

>>> Red River Anime Rekrut Pengisi Suara Asli sebagai Orang Tua Yuri Setelah 30 Tahun

Deutsche Bank juga menetapkan target US$255, dengan alasan SpaceX memiliki keunggulan dalam menggelar infrastruktur AI di luar angkasa.