Dua emiten anyar di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI), mencatat penguatan pada perdagangan Selasa (8/7/2026).

Penguatan tersebut terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 1,89% ke level 5.873,37.

>>> Samsung Galaxy M67 Terlihat di Geekbench, Bawa Chip Flagship Exynos 2200

Saham BACH langsung menyentuh batas atas auto rejection (ARA) 24,43%, sedangkan EMMI menguat 17,02%.

Kinerja Saham BACH

Saham BACH ditutup pada level Rp550, naik Rp108 dari harga penutupan sebelumnya Rp442.

Volume perdagangan mencapai 3,606 juta saham dengan nilai transaksi Rp1,983 miliar dan frekuensi 3.329 kali.

Kapitalisasi pasar BACH mencapai Rp2,24 triliun pada akhir perdagangan.

BACH menawarkan 615 juta saham baru atau 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga penawaran pada kisaran Rp400-Rp500 per saham dan berpotensi menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar.

Sekitar 70% dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, terutama pembelian genset. Sisanya 30% dialokasikan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank.

Pada 2025, BACH membukukan pendapatan sekitar Rp1,73 triliun, tumbuh hampir 40% secara tahunan. Laba bersih naik 97,5% menjadi sekitar Rp155 miliar.

Kinerja Saham EMMI

Saham EMMI ditutup di Rp550, naik Rp80 dari harga sebelumnya Rp470. Saham sempat menyentuh Rp585 sebelum berakhir di Rp550.

EMMI membukukan volume transaksi 817,9 juta saham dengan nilai Rp458,5 miliar dan frekuensi 317.400 kali.

>>> REDMI Note 17 Muncul di Geekbench dengan Snapdragon 6s Gen 4

Nilai transaksi EMMI jauh lebih besar dibandingkan BACH, meski persentase kenaikan sahamnya lebih rendah. Kapitalisasi pasar EMMI mencapai Rp958 miliar.