Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi atas aktivitas Initial Public Offering (IPO) yang terus berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Airlangga, hal ini menjadi indikator positif terjaganya kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional.

>>> Kekeringan di Desa Cirarab Tangerang, Warga Krisis Air Bersih

Pemerintah terus mendorong pendalaman pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang guna memperkuat dunia usaha dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat)," ujar Airlangga dalam acara Pembukaan Perdagangan BEI dan Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) di Jakarta, Selasa (7/7).

Momentum IPO kali ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia pada 2026 di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi.

Keberlanjutan aktivitas IPO mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek perekonomian nasional yang tetap terjaga.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah perubahan ekonomi global.

Kinerja positif itu didukung konsumsi domestik yang terjaga, peningkatan aktivitas investasi, serta upaya pemerintah memperkuat iklim usaha.

Salah satu sektor penopang utama pertumbuhan ekonomi adalah industri makanan dan minuman.

Pada triwulan I 2026, sektor ini berkontribusi 7,31 persen terhadap PDB nasional, meningkat dari 7,20 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Katie Couric Alami Amnesia Global Transien Setelah Episode Medis

Industri yang sama mencatat pertumbuhan 7,04 persen, didorong peningkatan permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pada periode yang sama, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di industri ini mencapai Rp10,48 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun.