Seorang wanita berusia 43 tahun asal Inggris, Lowri Denman, mengalami kondisi langka setelah 38 parasit ditemukan bersarang di otaknya.

Kasus ini terungkap setelah ia menjalani CT scan dan MRI akibat sakit kepala hebat dan kejang mendadak.

>>> Granit Xhaka: Swiss Generasi Spesial, Siap Hadapi Argentina

Sebelumnya, Lowri sempat mengeluarkan cacing pita sepanjang sekitar satu meter saat buang air besar. Ia mengira masalahnya selesai, namun setahun kemudian gejala neurologis mulai muncul.

Dokter spesialis penyakit menular menduga Lowri terpapar telur cacing pita Taenia solium saat berlibur ke India. Paparan terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Apa Itu Neurocysticercosis?

Neurocysticercosis adalah infeksi otak yang disebabkan oleh larva cacing pita babi (Taenia solium).

Menurut WHO, infeksi tidak terjadi karena makan daging babi mentah, melainkan karena menelan telur cacing dari lingkungan yang terkontaminasi tinja manusia.

Setelah telur masuk ke saluran pencernaan, telur menetas di usus. Larva kemudian menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan menyebar ke berbagai organ, termasuk otak.

Di otak, larva membentuk kista yang bisa bertahan bertahun-tahun tanpa gejala. Masalah muncul saat kista mati atau memicu peradangan, sehingga sistem kekebalan tubuh bereaksi.

Gejala yang Dialami Lowri

Kondisi Lowri sempat memburuk akibat pembengkakan otak di sekitar parasit.

>>> Said Iqbal Bertemu Purbaya Kurang dari 30 Menit, Bahas Pajak JHT

Selain kejang dan sakit kepala, ia mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berat, paranoia, psikosis, dan perubahan perilaku seperti anak kecil.

Menurut studi The Lancet Neurology, neurocysticercosis merupakan salah satu penyebab paling umum epilepsi yang didapat di negara berkembang.