Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada Rabu (8/7) mengeluarkan peringatan bagi maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Iran.

Langkah ini diambil setelah Selat Hormuz dan sekitarnya kembali memanas akibat serangan balasan antara Amerika Serikat dan Iran.

>>> Satgas Cartenz Identifikasi 7 Pelaku Pembakaran Pesawat AMA

EASA mewajibkan seluruh maskapai Eropa untuk tidak melintasi Lebanon, Iran, dan Irak.

Peringatan tersebut menyusul klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menargetkan situs militer AS di Bahrain dan Kuwait pada hari yang sama.

Serangan itu merupakan buntut dari aksi militer AS terhadap Iran setelah sebuah kapal tanker dihantam di Selat Hormuz.

>>> Meetion Mega V1: Mouse Gaming 8.000Hz dengan 12 Tombol MMO dan Bantalan Jari Kelingking

EASA menyatakan bahwa implementasi gencatan senjata AS-Iran masih rapuh dan keputusan ini didasarkan pada tingkat ketegangan yang tinggi serta potensi aksi militer lebih lanjut.

Jika gencatan senjata gagal, wilayah udara Iran diperkirakan akan menghadapi ancaman yang akan segera terjadi.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan kemarahan setelah Iran kembali menyerang kapal dagang sekutu AS di Selat Hormuz.

>>> BBNKB II Dihapus Bukan Berarti Urus Balik Nama Kendaraan Jadi Gratis

Trump menegaskan bahwa Nota Kesepahaman (MoU) dengan Iran sudah berakhir, menandakan keruntuhan kesepakatan antara kedua negara.