Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyatakan bahwa Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani bersama Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah telah berakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026).

>>> Indonet Siapkan Investasi US$4,5 Miliar untuk Pasar AI

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi berminat melanjutkan kesepakatan diplomatik dengan Iran.

"Saya rasa itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka (Iran) lagi.

Mereka sampah," ujar Trump kepada wartawan.

MoU yang dikenal sebagai "MoU Islamabad" itu baru berlaku kurang dari satu bulan sejak ditandatangani pada 18 Juni 2026.

>>> Lelang Frekuensi Masuk Tahap Penentuan Blok, Komdigi Kejar Cakupan 5G 80% pada 2030

Kesepakatan tersebut memuat 14 poin yang ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Saat disepakati, MoU itu diharapkan menjadi langkah awal meredakan ketegangan di Timur Tengah setelah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Iran yang dipimpin Presiden Masoud Pezeshkian belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump.

Apabila pernyataan tersebut benar-benar diikuti dengan penghentian komitmen terhadap MoU, kondisi itu berpotensi meningkatkan kembali ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

>>> Industri Agro Indonesia Bidik Peluang Ekspor dan Investasi di INNOPROM 2026

Namun demikian, belum ada pernyataan resmi dari kedua pemerintah mengenai status hukum kesepakatan tersebut maupun langkah lanjutan yang akan ditempuh masing-masing pihak.