Indonesia memanfaatkan ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, untuk memperkuat daya saing industri agro nasional sekaligus memperluas akses pasar ke kawasan Eurasia.

Sebagai Official Partner Country pada pameran industri terbesar di kawasan tersebut, Indonesia membawa berbagai produk unggulan dari sembilan pelaku industri nasional.

>>> Sebastian Gunawan Signature 2026: Kebebasan dalam Balutan Jazz & Jasper

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri agro merupakan salah satu sektor strategis yang menjadi tulang punggung manufaktur Indonesia.

Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah serta kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah, sektor ini dinilai memiliki peluang besar untuk semakin kompetitif di pasar global.

"Melalui partisipasi sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026, Indonesia ingin memperluas peluang investasi, perdagangan, dan kemitraan industri yang saling menguntungkan dengan negara-negara di kawasan Eurasia," ujar Agus dalam keterangan resminya, Selasa (8/7/2026).

Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja industri agro yang terus menunjukkan tren positif.

Pada triwulan I 2026, sektor ini menyumbang 52,37 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas atau sekitar 9,12 persen terhadap PDB nasional.

Pertumbuhannya mencapai 5,70 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain menjadi kontributor terbesar bagi industri manufaktur, sektor agro juga menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja.

Dari sisi perdagangan, ekspor industri agro pada triwulan I 2026 mencapai 18,92 miliar dollar AS dengan surplus neraca perdagangan sebesar 13,78 miliar dollar AS.

Indonesia juga mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan kapasitas produksi lebih dari 51 juta ton crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO) per tahun.