Saat merencanakan acara seperti pesta Halloween atau pernikahan, banyak orang mengandalkan Pinterest untuk mencari inspirasi.

Namun, seorang pengguna menemukan bahwa Google Mixboard, alat dari Google Labs, jauh lebih efektif.

>>> PM Modi Kunjungi Candi Prambanan Bersama Presiden Prabowo, Berdoa di Situs Bersejarah

Olivia Locksley, yang sedang mempersiapkan dekorasi pernikahan, mengaku selalu merasa Pinterest agak kaku. Ia pun beralih ke Google Mixboard dan merasa sangat terbantu.

Cara Kerja Google Mixboard

Mixboard menggunakan bahasa alami, sehingga pengguna tidak perlu memikirkan kata kunci khusus. Cukup jelaskan secara santai apa yang diinginkan, dan alat ini akan menghasilkan gambar yang sesuai.

Gambar-gambar tersebut muncul di papan kolase digital yang bisa diatur secara bebas. Pengguna juga bisa menyempurnakan gambar dengan memilih referensi yang diinginkan.

Olivia merasa proses ini seperti percakapan visual yang membantu menjernihkan ide.

Tidak ada tautan ke halaman lain, tab untuk papan lain, atau konten sponsor—hanya visualisasi dan penyempurnaan tanpa gangguan.

Kendala Kecil yang Ditemui

Meskipun sebagian besar berjalan lancar, Olivia menghadapi sedikit masalah saat meminta perubahan warna. Mixboard menghasilkan warna baby pink dan biru yang tidak sesuai dengan skema warnanya.

Permintaan untuk mengubah ke warna pastel netral tidak berhasil, dan penyesuaian warna malah mengubah pencahayaan serta menerapkan filter.

Olivia menyadari bahwa kata-katanya terlalu samar dan perlu lebih spesifik.

Secara keseluruhan, sekitar 85% permintaannya berhasil dengan baik, sementara 15% sisanya memerlukan penyesuaian tambahan.

Perbandingan dengan Pinterest

Pinterest tetap memiliki tempatnya, terutama karena menampilkan banyak gambar asli. Namun, hasil pencarian sering kali terlalu banyak dan tidak fokus.

>>> Mantan Wasit Final Piala Dunia 2022 Kritik Keputusan VAR Anulir Gol Mesir