Mixboard lebih langsung ke sasaran. Alih-alih membombardir dengan banyak opsi, alat ini fokus pada spesifikasi yang dicari.

Tidak ada tautan berlebihan atau judul tag yang mengganggu.

Olivia juga mencatat bahwa Pinterest kini semakin dipenuhi gambar hasil AI tanpa cara untuk menyaringnya, sementara Mixboard justru menawarkan kesederhanaan.

Catatan tentang AI

Olivia menyadari bahwa Mixboard adalah alat berbasis AI generatif, yang sering dikaitkan dengan dampak negatif pada pekerjaan seniman.

Namun, ia menekankan bahwa alat ini sebaiknya digunakan untuk mengatur ide secara visual, bukan untuk menggantikan kreativitas manusia.

Ia menyarankan untuk tidak menggunakan Mixboard demi merugikan orang lain, melainkan sebagai papan brainstorming. Setelah itu, ciptakan hal nyata berdasarkan ide tersebut.

Meskipun ada yang menolak alat AI, Olivia mengakui bahwa AI sudah sulit dihindari, bahkan di Pinterest sekalipun.

Pengalaman Olivia dengan Mixboard ternyata menyenangkan. Ia bermain selama lebih dari satu jam dan berhasil mematangkan ide dekorasi pusat meja pernikahannya.

Beberapa penyesuaian kecil membantu memperkuat konsep yang dipikirkannya, bahkan ada beberapa ide yang dibatalkan setelah melihat hasil Mixboard.

>>> Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Ini Artinya

Olivia yakin bahwa Mixboard adalah salah satu alat Google Labs yang akan populer di masa depan.