Di samping itu, Indonesia merupakan salah satu produsen utama komoditas unggulan seperti karet, kopi, kakao, rumput laut, hingga minyak atsiri.

Peluang Kolaborasi dengan Rusia dan EAEU

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan INNOPROM 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi industri agro Indonesia sekaligus memperluas jejaring bisnis dengan mitra di Rusia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

"Indonesia memiliki potensi besar pada sektor agro dan pengolahan pangan yang didukung ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, serta kemampuan pengolahan yang terus berkembang.

>>> Winwin Resmi Hengkang dari NCT dan SM Entertainment, Tulis Surat Perpisahan

Melalui INNOPROM 2026, kami ingin memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk industri agro Indonesia kepada mitra potensial di kawasan Eurasia," ujarnya.

Menurut Putu, Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang saling melengkapi.

Indonesia menawarkan komoditas tropis, kapasitas produksi pangan olahan bernilai tambah, serta akses ke pasar Asia Tenggara.

Sementara itu, Rusia memiliki keunggulan dalam teknologi pertanian modern, industri pengolahan pangan, logistik, hingga bioteknologi pertanian yang dapat menjadi peluang kolaborasi kedua negara.

Potensi tersebut akan ditampilkan melalui sembilan pelaku industri dan lembaga yang mewakili berbagai subsektor industri agro dan pengolahan pangan nasional.

Beragam produk yang dipamerkan mencakup spirulina, kopi spesialti, makanan olahan, produk aromaterapi, kosmetik, hingga produk berbasis pulp dan kertas.

Adapun peserta yang berpartisipasi antara lain PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), PT Surabaya Indah Permai, PT Canela Megah Jaya, PT MAM Furniture Mitra Abadi Mebel, Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, PT Siantar Top, Badan Pengelola Dana Perkebunan, serta PT Mayora Indah Tbk.