Keikutsertaan para pelaku industri tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang bertemu langsung dengan calon mitra bisnis dari Rusia maupun negara-negara anggota EAEU.

Salah satu co-exhibitor industri agro Indonesia menyebutkan partisipasi dalam INNOPROM 2026 diharapkan mampu membuka pasar ekspor baru sekaligus memperluas kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

Partisipasi sektor industri agro dalam INNOPROM 2026 juga diperkuat dengan implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada Desember 2025.

Perjanjian tersebut memberikan preferensi tarif bagi sekitar 90,5 persen pos tarif sehingga diharapkan semakin mempermudah produk manufaktur Indonesia memasuki pasar Eurasia.

>>> Celine Evangelista Bercadar saat Antar Anak ke Pesantren, Curhat Beratnya Berpisah

Melalui kombinasi promosi produk, perluasan jejaring bisnis, dan dukungan perjanjian perdagangan, pemerintah berharap keikutsertaan Indonesia dalam INNOPROM 2026 dapat menghasilkan investasi baru, memperkuat kemitraan industri, sekaligus meningkatkan ekspor produk agro bernilai tambah ke kawasan Eurasia.