Kuku tidak hanya berfungsi melindungi ujung jari, tetapi juga bisa menjadi petunjuk kondisi kesehatan tubuh, termasuk jantung.

Dalam beberapa kasus, perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku dapat menandakan adanya gangguan pada organ tertentu. Meski tidak selalu berarti penyakit jantung, mengenali tanda-tandanya bisa membantu deteksi dini.

>>> Kreator Bayonetta Sebut Keberanian Capcom Ambil Risiko dengan IP Baru Jadi Kunci Sukses

Ciri-ciri Kuku yang Berkaitan dengan Penyakit Jantung

Berikut beberapa perubahan kuku yang dikaitkan dengan penyakit jantung.

1. Ujung jari membulat dan kuku melengkung (clubbing).

Kondisi ini membuat ujung jari tampak membesar dan kuku melengkung ke bawah seperti kubah.

Clubbing biasanya terjadi akibat kadar oksigen dalam darah rendah dalam waktu lama, dan bisa ditemukan pada penyakit jantung bawaan, gagal jantung kronis, atau endokarditis.

2. Muncul garis merah atau cokelat di bawah kuku (splinter hemorrhage).

Garis tipis ini merupakan perdarahan kecil pada pembuluh darah di bawah kuku. Pada sebagian kasus, kondisi ini berkaitan dengan endokarditis, yaitu infeksi pada lapisan atau katup jantung.

3. Kuku tampak kebiruan (sianosis).

Perubahan warna ini menandakan tubuh kekurangan oksigen. Sianosis dapat terjadi pada penderita penyakit jantung bawaan, gagal jantung, atau gangguan sirkulasi darah.

Jika disertai sesak napas, nyeri dada, atau bibir membiru, segera cari pertolongan medis.

>>> Jeonghan dan Joshua SEVENTEEN Dikonfirmasi Debut sebagai Sub-Unit Baru

4. Sebagian besar kuku berwarna putih (Terry's nails).

Hampir seluruh permukaan kuku tampak putih, hanya tersisa garis merah muda atau cokelat tipis di ujung.

Kondisi ini bisa ditemukan pada penderita gagal jantung, namun juga bisa akibat penyakit hati, diabetes, atau penuaan.