Amerika Serikat menunjukkan sinyal kuat untuk memperbaiki hubungan dengan Turki. Presiden Donald Trump menyatakan siap mencabut sanksi dan mempertimbangkan penjualan jet tempur siluman F-35 ke Ankara.

Langkah ini mendapat kritik keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump, bagaimanapun, tetap melanjutkan rencana tersebut.

>>> Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein Renovasi 10 Rumah Janda Usai Lagu Viral

Trump menegaskan pemerintahannya akan mengakhiri sanksi berdasarkan Undang-Undang Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

"We're going to be taking the sanctions off," kata Trump saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di KTT NATO, Rabu (8/7).

Selain pencabutan sanksi, Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan penjualan jet tempur generasi kelima F-35 ke Turki. "It's a decision we're going to make," ujarnya.

Pembahasan dengan Turki juga mencakup peningkatan hubungan perdagangan. Langkah ini menandai perubahan besar dalam hubungan Washington dan Ankara.

Pada 2020, AS menjatuhkan sanksi kepada Turki setelah negara itu membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Turki juga dikeluarkan dari program pengembangan dan pembelian F-35.

Kini, Trump diperkirakan mendukung potensi penjualan F-35 ke Turki. Namun, rencana itu masih harus melewati hambatan hukum dan mendapat persetujuan Kongres AS.

>>> Gunakan Fake GPS untuk Absen, 577 ASN Pemkab Cirebon Terancam Sanksi Disiplin

Sikap Trump berbanding terbalik dengan keinginan Israel. Netanyahu secara terbuka menyatakan keberatan atas kemungkinan AS memasok teknologi militer canggih kepada Turki.

Netanyahu menilai pemerintahan Turki tidak layak memperoleh F-35. "Untuk rezim yang terinfeksi sebuah gerakan ekstrem yang membenci kami, mereka tidak boleh diberikan F-35.

Apalagi mesin pesawat tempur mereka," kata Netanyahu.

Menurut Netanyahu, pemberian F-35 berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di Timur Tengah. Stabilitas regional selama ini bergantung pada keunggulan udara Israel.

Israel memandang transfer teknologi pertahanan canggih ke Turki berisiko mengganggu keseimbangan strategis. Namun, Trump tetap memberi sinyal bahwa hubungan dengan Turki akan memasuki babak baru.

>>> Ahmad Khozinudin: Jokowi Pasti Berterima Kasih ke Refly Harun karena Tim Hukum Roy Suryo Pecah

Jika pencabutan sanksi dan penjualan F-35 terealisasi, kebijakan ini berpotensi menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam hubungan pertahanan AS-Turki.