Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menghentikan rencana untuk menampilkan tokoh pejuang antiperbudakan Harriet Tubman pada uang kertas $20.

Keputusan itu diumumkan Menteri Keuangan Scott Bessent dalam sebuah wawancara pada Senin (9/6/2025).

>>> Tiffany Haddish Sindir Trump soal Intervensi Piala Dunia dan Sepinya Acara

Rencana tersebut merupakan inisiatif era Presiden Barack Obama pada 2016 yang bertujuan menggantikan gambar Presiden Andrew Jackson dengan Tubman.

Jika terealisasi, Tubman akan menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang muncul pada uang kertas AS.

Ketika ditanya apakah departemennya masih melanjutkan proyek tersebut, Bessent menjawab singkat, "Saat ini tidak."

Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, namun menekankan bahwa perubahan desain uang kertas membutuhkan waktu bertahun-tahun karena persyaratan administratif dan teknis.

"Untuk mengubah uang kertas yang ada, baik $1 hingga $100, membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelumnya," ujar Bessent.

>>> Chicago Sky Kalahkan Phoenix Mercury Usai Perubahan Susunan Pemain

Usulan Uang $250 Bergambar Trump

Bessent juga menanggapi usulan pembuatan uang kertas $250 baru dengan gambar Presiden Donald Trump untuk menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.

Ia menjelaskan bahwa usulan tersebut memerlukan persetujuan Kongres karena aturan melarang pencantuman orang yang masih hidup pada uang kertas.

Sebelumnya, Presiden Trump pernah menentang penggantian Andrew Jackson dengan Tubman, menyebutnya sebagai "kebenaran politik belaka."

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Jeanne Shaheen, menyatakan kekecewaannya atas penghentian proyek tersebut.

Ia mengecam kebijakan itu dan menyebut pemerintahan saat ini lebih tertarik menempatkan gambar Trump pada uang $250.

>>> Kospi Korea Selatan Masuki Pasar Bearish, Saham Teknologi Anjlok

Sebelumnya, Menteri Keuangan era Biden, Janet Yellen, sempat menghidupkan kembali proyek tersebut dengan target penyelesaian 2030 karena langkah-langkah anti-pemalsuan.