Iran Ancam Beri Respons Menghancurkan ke AS
Iran mengultimatum akan memberikan "respons yang menghancurkan" terhadap serangan terbaru Amerika Serikat ke selatan negaranya pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.
Serangan terbaru AS ini berlangsung di saat kedua negara sedang gencatan senjata dan telah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.
>>> AS Gempur 80 Target di Iran dalam Serangan Terbaru
Militer Iran Siap Balas
Markas Pusat Khatam Al Anbiya menuturkan militer Iran akan memberikan balasan yang "menghancurkan" terhadap "agresi dan tindakan teroris" AS.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap agresi dan tindakan teroris Amerika Serikat," kata Komando Gabungan Tertinggi Militer Iran itu sebagaimana dikutip stasiun televisi pemerintah IRIB.
Khatam Al Anbiya menambahkan Iran "dalam keadaan apa pun tidak akan mengizinkan campur tangan dalam urusan maupun pengelolaan Selat Hormuz."
Komando itu juga menegaskan bahwa "satu-satunya jalur yang aman" bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz adalah rute yang telah ditetapkan oleh Iran.
>>> PNM Raih Penghargaan Ekonomi Syariah dari KNEKS dan CNN Indonesia
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pihaknya melancarkan "serangan besar terhadap Iran untuk memberikan konsekuensi yang berat atas penargetan dan serangan terhadap kapal-kapal komersial" di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Serangan Iran di Selat Hormuz dan serangan terbaru AS ini berlangsung kala kedua negara tengah gencatan senjata dan sudah meneken nota kesepahaman (MoU) guna mengakhiri perang.
Sejumlah video yang berhasil diverifikasi lokasi pengambilannya oleh CNN menunjukkan ledakan dan kobaran api besar di kota pelabuhan Bandar Abbas, pelabuhan Sirik, hingga Pulau Qeshm, Iran.
Terbaru, media pemerintah Iran melaporkan ledakan juga menghantam Pulau Kharg, pusat vital ekspor minyak Teheran.
>>> Alasan Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME
Pulau yang membentang sekitar delapan kilometer di lepas pantai Iran itu merupakan urat nadi perekonomian Teheran karena biasanya menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut.
Update Terbaru
Pelatih Mesir Tuduh Piala Dunia 2026 Diarahkan untuk Argentina
Rabu / 08-07-2026, 12:00 WIB
Utang Pinjol Warga RI Melesat Rp1,66 T dalam Sebulan per Mei 2026
Rabu / 08-07-2026, 12:00 WIB
Spek Land Cruiser 300, Barang Suap Bupati Kuansing yang Tembus Rp2 M
Rabu / 08-07-2026, 12:00 WIB
IRGC Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS dengan Rudal Pertahanan
Rabu / 08-07-2026, 12:00 WIB
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun
Rabu / 08-07-2026, 11:58 WIB
Mensos Dorong Kepala Sekolah Rakyat Tingkatkan Kapasitas Diri
Rabu / 08-07-2026, 11:58 WIB
Jadwal McGregor vs Holloway di UFC 329: Duel Ulang Setelah 13 Tahun
Rabu / 08-07-2026, 11:58 WIB
Daftar Mi Instan Terbaik di Dunia 2026, Indomie Mi Goreng di Peringkat Kedua
Rabu / 08-07-2026, 11:57 WIB
Perayaan Tanabata 2026 dari Dunia Anime, Bagian V
Rabu / 08-07-2026, 11:56 WIB
Mengintip Kinerja Perusahaan Kaesang yang Terlilit Utang Rp2,8 T
Rabu / 08-07-2026, 11:56 WIB
Pakar Militer AS: Iran Sengaja Serang Kapal di Selat Hormuz untuk Ejek Amerika
Rabu / 08-07-2026, 11:56 WIB
Iran Balas Serangan AS, Bom 85 Situs Militer di Bahrain-Kuwait
Rabu / 08-07-2026, 11:56 WIB
Mesir Tuntut FIFA Investigasi Wasit Kontroversial lawan Argentina
Rabu / 08-07-2026, 11:56 WIB
Profil Sosok Dody Hanggodo, Menteri PU yang Diisukan Bawa Istri dan Anak ke AS Pakai APBN, Sekjen Beri Penjelasan
Rabu / 08-07-2026, 11:55 WIB







