Pasukan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran pada Selasa (7/7).

Serangan ini merupakan respons langsung atas aksi Iran yang menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

>>> PNM Raih Penghargaan Ekonomi Syariah dari KNEKS dan CNN Indonesia

Dalam pernyataan di media sosial X, CENTCOM mengaku menggunakan amunisi presisi untuk menghantam sasaran.

Sasaran meliputi sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, situs radar pantai, kemampuan rudal anti-kapal, dan lebih dari 60 kapal kecil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Operasi disebut telah rampung, namun CENTCOM tetap siaga dan siap melancarkan serangan lagi jika Iran tidak mematuhi perjanjian damai.

>>> Alasan Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME

Televisi pemerintah Iran melaporkan rentetan ledakan terdengar di Kota Sirik, Bandar Abbas, dan Pulau Qeshm pada Selasa malam.

Ledakan juga terdengar di Pulau Kharg, lokasi ekspor sekitar 90 persen minyak mentah Iran.

Serangan ini terjadi setelah tiga kapal komersial berbendera Kepulauan Marshall, Arab Saudi, dan Liberia dihantam di Selat Hormuz.

>>> 50 Influencer dengan Bayaran Tertinggi 2026, MrBeast Nomor Satu

Seorang pejabat AS menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap nota kesepahaman damai AS-Iran yang diteken pada 17 Juni lalu.