Sejumlah saham terkait mata uang kripto bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa, di tengah volatilitas harga Bitcoin yang memicu kewaspadaan analis.

Saham Strategy (MSTR) milik Michael Saylor naik lebih dari 2%, sementara Bitmine Immersion Technologies (BMNR) yang didukung Tom Lee menguat 0,5%.

>>> Raymond James Beri Rating Beli untuk Saham SpaceX, Target Harga Rp12,8 Juta

Namun, indeks utama seperti S&P 500 ETF Trust turun 0,3% dan Nasdaq-100 melemah lebih dari 1%.

Di sisi lain, U. S.

Tiger meningkatkan peringkat saham Coinbase (COIN) menjadi "Beli" dengan target harga $200, meskipun saham tersebut justru turun lebih dari 1,4% pada sesi yang sama.

Firma analitik Santiment mencatat pada 8 Juli 2026 bahwa pedagang ritel dengan cepat berubah menjadi bullish setelah Bitcoin rebound mendekati $64.100.

>>> Event Kolaborasi MLBB X Street Fighter Resmi Hadir di Original Server

Mereka memperingatkan bahwa sinyal sosial sering kali bertindak sebagai sinyal kontra.

"Kripto biasanya bergerak berlawanan dengan apa yang paling keras diharapkan oleh banyak orang, karena pasar cenderung menghukum perdagangan yang ramai," ujar analis Santiment.

Mereka menambahkan bahwa perubahan ekspektasi yang tiba-tiba bisa berarti pasar aset digital memerlukan periode pendinginan sebelum dapat mempertahankan momentum kenaikan lebih lanjut.

Glassnode sebelumnya melaporkan bahwa pemulihan baru-baru ini menyerupai fase konsolidasi, ditandai dengan berkurangnya tekanan jual spot, arus keluar ETF, dan volume rendah disertai masuknya "hot money."

>>> Benny K Harman Buka Suara soal Skenario Pembatasan Usung Capres

Hingga berita ini diturunkan, Bitcoin diperdagangkan di $62.600, turun 1,1% pada hari itu tetapi masih mencatat kenaikan 6,7% dalam sepekan, menurut data dari Bitcoin Foundation.