Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pengakuan mengejutkan terkait peran Turki dalam aliansi NATO. Ia menyebut Turki telah menyelamatkan masa depan hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Ankara. Ia mengaku awalnya enggan hadir karena kecewa berat terhadap NATO.

>>> Janji Bawa Semua Ijazah, Kehadiran Jokowi Dinanti dalam Sidang Dokter Tifa

"Saya sangat kecewa dengan NATO.

Terus terang, jika pertemuan ini tidak digelar di sini, di mana sahabat saya ini merupakan sosok pemimpin yang sangat kuat dan tangguh, saya mungkin tidak akan hadir," kata Trump, Kamis (9/7).

Trump menegaskan bahwa dirinya tetap datang karena menghormati Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut hubungan pribadi keduanya sangat dekat.

"Ada chemistry yang terjalin di antara kami," ujarnya.

>>> Pendukung Mackenzie Shirilla Ajukan Permohonan Sidang Baru

Kedekatan Trump-Erdogan Kontras dengan Era Biden

Hubungan hangat Trump dan Erdogan menjadi kontras dengan masa pemerintahan mantan Presiden Joe Biden. Pada era Biden, hubungan Washington dan Ankara diwarnai berbagai perselisihan.

Kedekatan kedua pemimpin diharapkan dapat meredakan ketegangan di dalam aliansi. Termasuk dalam menyikapi konflik dan isu bersama seperti masalah Iran.

Trump juga membuka peluang bagi AS untuk kembali menjual jet tempur F-35 ke Turki. Sebelumnya, Ankara dikeluarkan dari program tersebut karena membeli sistem pertahanan dari Rusia.

Meski belum ada keputusan final, Trump menegaskan hubungan bilateral kedua negara kini jauh lebih baik. Kunjungannya ini sekaligus menunjukkan meningkatnya pengaruh Turki di NATO.

>>> Justin Verlander Pensiun Usai Musim MLB 2026

Ankara dinilai berhasil memosisikan diri sebagai mitra utama Washington. Turki dinilai sukses menjaga stabilitas hubungan transatlantik antara AS dan Eropa.