Pendukung Mackenzie Shirilla mengajukan mosi pertimbangan ulang ke Mahkamah Agung Ohio pada Senin, 6 Juli 2026.

Mereka meminta sidang baru setelah upaya banding sebelumnya ditolak karena masalah tenggat waktu.

>>> Justin Verlander Pensiun Usai Musim MLB 2026

Mackenzie Shirilla, 21 tahun, sebelumnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan kemungkinan bebas bersyarat setelah 15 tahun.

Hukuman ini terkait kecelakaan berkecepatan tinggi pada 2022 di Strongsville, Ohio, yang menewaskan pacarnya, Dominic Russo (20), dan temannya, Davion Flanagan (19).

Penyelidikan resmi menyimpulkan bahwa Shirilla sengaja mempercepat Toyota Camry-nya hingga 100 mph dan menabrak gedung bata tanpa mengerem.

Petugas menemukan jamur psilocybin pada dirinya, sementara pengacara pembela berargumen bahwa ia menderita gangguan tekanan darah yang menyebabkan pingsan.

Tim pendukungnya merilis pernyataan di Instagram yang menggambarkan kondisi Shirilla saat ini. "Mackenzie berusaha menjadi lebih baik setiap hari dan tetap berpegang pada harapan," tulis mereka.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa penolakan banding sebelumnya disebabkan oleh kesalahan administratif, bukan isi argumen. "Bandingnya ditolak karena masalah teknis tenggat waktu," bunyi unggahan itu.

Perwakilan menambahkan bahwa pengadilan tidak dapat mengevaluasi substansi dokumen karena kesalahan administrasi. "Keputusan itu tidak ada hubungannya dengan isi dokumen; dokumen itu bahkan tidak bisa ditinjau," tulis mereka.

>>> 6 Aplikasi AI Video Generator Gratis untuk TikTok Affiliate, Bikin Cuan Otomatis

Menurut pembaruan tersebut, pengacara banding melewatkan tenggat waktu pengajuan selama 24 jam karena tahun kabisat. Keluarga menganggap hal ini sebagai pembelaan yang tidak memadai.

"Pengacara banding melewatkan tenggat karena mengajukan satu hari terlambat akibat tahun kabisat, yang juga membuatnya menjadi bantuan pengacara yang tidak efektif," lanjut unggahan itu.

Kampanye media sosial ini diakhiri dengan ajakan kepada publik untuk menyebarkan petisi online yang meminta proses hukum baru.

"Terus bagikan apa pun yang Anda bisa, dan tolong tanda tangani serta bagikan petisi ini untuk sidang ulang yang adil," tulis mereka.

Keluarga yakin bahwa evaluasi terhadap dokumentasi akan meyakinkan pengamat bahwa proses hukum awal cacat.

"Kita semua berhak mendapatkan perwakilan yang adil, dan setelah Anda meninjau kasusnya, Anda akan setuju bahwa dia tidak mendapatkannya," tutup pernyataan itu.

>>> Charm Luncurkan Kemasan Ramah Lingkungan dan Edukasi 2.000 Siswi di Jakarta

Mahkamah Agung Ohio sebelumnya menolak untuk meninjau kasus ini sebelum mosi terbaru diajukan, seperti dilaporkan oleh WKYC.