Cuaca ekstrem akibat Topan Maysak melanda China tengah dan selatan pada Senin, 6 Juli 2026. Bencana ini menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai lebih dari 330 jiwa.

Di Provinsi Hubei, angin puting beliung langka dengan kecepatan hingga 160 mil per jam merusak lebih dari 4.855 rumah dan membalikkan kendaraan.

>>> Akselerasi Pelayanan Pasien JKN dengan Sistem Biometrik di 2026

Ahli meteorologi mengaitkan tornado ini dengan pertemuan Topan Maysak dan musim hujan awal musim panas.

Di Huanggang, salah satu wilayah terdampak parah, angin ekstrem menerbangkan seorang pria berusia 30 tahun bersama sofa dan lemarinya dari apartemen lantai 12.

Korban bernama Zhang ditemukan tidak sadarkan diri di luar gedung oleh sepupunya yang tinggal di lantai 20.

"Saat saya menemukannya, dia sudah tidak sadar, hanya bernapas lemah," kata Liu, sepupu korban, kepada Xiaoxiang Morning Herald.

Zhang kemudian dirawat di rumah sakit setempat.

Banjir bandang akibat topan juga menyebabkan jebolnya waduk di Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang.

>>> Trump Buka Puluhan SPBU dengan Harga BBM Murah, Pengamat Peringatkan Bencana

Air bah menghanyutkan sekitar 800 hingga 900 ular dari sebuah peternakan di Desa Dengwei, termasuk ular kobra berbisa dan ular air tidak berbisa.

"Kejadiannya pada pagi hari 6 Juli. Perkiraan awal kami, sekitar 800-900 ular kabur setelah peternakan hanyut.

Sejauh ini, satu warga digigit ular dan dirawat di rumah sakit," ujar Wu Zhi, kepala Desa Dengwei.

Otoritas setempat mengeluarkan peringatan agar warga tidak menangkap ular tanpa bantuan profesional. Sejumlah warga dari daerah lain yang tidak terdampak membentuk tim penangkap darurat.

"Anggota tim terutama menggunakan alat pancing dan alat setrum listrik untuk menangkap ular," tambah Wu Zhi.

>>> Item Paling Langka di Clair Obscur: Expedition 33, Termasuk Senjata Baguette yang Hanya 6% Pemain Temukan

Tim penyelamat dan petugas garis depan masih dikerahkan di Hengzhou untuk mengamankan wilayah dan mengatasi ancaman satwa liar.