Badai Tropis Maysak Tewaskan Dua Orang, Jebol Tanggul di China Selatan

Badai tropis Maysak telah menewaskan dua orang dan menyebabkan jebolnya tanggul di sejumlah waduk di China selatan. Puluhan ribu warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang meluas.
Dua korban jiwa dilaporkan di Nanning, ibu kota Provinsi Guangxi.
>>> Diskon Hingga 75% di Minecraft Marketplace Summer Sale 2026
Wakil Wali Kota Nanning, Wei Jiang, menyatakan bahwa banjir telah memengaruhi sekitar 55.000 orang di kota tersebut.
Banjir juga menyebabkan jebol atau meluapnya tanggul di sedikitnya tiga waduk setempat. Otoritas darurat menaikkan respons pengendalian banjir ke level tertinggi.
Peringatan dikeluarkan bahwa hujan lebat yang akan datang dapat memperburuk situasi dan menghambat operasi penyelamatan.
Di Kota Guigang, sekitar 170 mil dari Nanning, air naik menggenangi jalan utama hingga seperti danau.
Kendaraan terendam dan arus coklat deras mengalir dari lereng bukit ke lokasi konstruksi.
Kementerian Sumber Daya Air mencatat tinggi muka air di stasiun hidrologi Guigang mencapai 42 meter pada pukul 12.30 siang.
Rekaman dari Fangchenggang menunjukkan sebuah kendaraan kecil terseret arus. Di tempat lain, air banjir setinggi setir mobil, sementara seorang pria berjuang menyelamatkan skuter listriknya.
China juga masih dalam siaga tinggi menghadapi Super Topan Bavi yang bergerak melintasi Samudra Pasifik menuju Taiwan.
>>> Teman Travis Kelce Kecewa Tak Diundang ke Pernikahan Taylor Swift
Badan Cuaca Nasional AS melaporkan angin Bavi mencapai 180 mph di Guam, Tinian, Saipan, dan Rota.
Xinhua melaporkan bahwa otoritas cuaca memperkirakan Bavi akan membawa angin kencang dan hujan deras ke China timur mulai Kamis.
Para ahli meteorologi mengaitkan ancaman cuaca ekstrem yang memburuk ini dengan krisis iklim.
Analis memperingatkan bahwa bencana terkait cuaca tahunan ini mengancam kerugian komersial miliaran dolar, termasuk kota terendam, operasi industri terhenti, dan tanaman pertanian terendam.
Maysak sebelumnya mendarat di Hainan pada Jumat, menjadi siklon tropis pertama yang menerjang daratan China tahun ini.
Badai ini kemudian mendarat kedua kalinya di Vietnam pada Minggu, merusak pohon dan atap di Mong Cai sebelum masuk ke China.
Meteorolog China memperkirakan hujan lebat masih akan terus mengguyur Guangxi, Guizhou, dan Hunan dalam beberapa hari ke depan.
>>> Roblox Hadirkan Event Musim Panas 'Grow a Garden' dan Update Brookhaven RP
Ketiga wilayah tersebut memiliki total populasi lebih dari 150 juta jiwa.
Update Terbaru
Kate Mansi Ceritakan Transisi Karier dari Penari ke Bintang Sinetron
Selasa / 07-07-2026, 01:18 WIB
Bryan Johnson Habiskan Puluhan Juta Dolar demi Awet Muda, Malah Didiagnosis Penyakit Autoimun
Selasa / 07-07-2026, 01:15 WIB
Commodore Sebut Ponsel Lipatnya Momen Terbesar dalam Sejarah Modern, C64 Ultimate Terlupakan
Selasa / 07-07-2026, 01:15 WIB
JJ Wetherholt Bersinar di Musim Rookie Bersama St. Louis Cardinals
Selasa / 07-07-2026, 01:15 WIB
Pria New York Gugat DHS atas Kunjungan Petugas ICE Usai Email Kritik
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
Drone Ukraina Serang 47 Target Militer Rusia dan Kilang Minyak Omsk
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
SSI Agustus Dibayar Lebih Awal, Jadwal Juli 2026 Dimulai
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
SM North EDSA Umumkan Lineup Animezing North 2026
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
Pajero Mini Edisi Snoopy, Kei Car Imut dari Mitsubishi
Selasa / 07-07-2026, 01:13 WIB
Link Live Streaming Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 01:13 WIB
Persebaya Resmi Rekrut Yuran Fernandes dari PSM Makassar
Selasa / 07-07-2026, 01:13 WIB
Kebakaran Hutan Spanyol Meluas ke Taman Nasional, 200 Personel Dikerahkan
Selasa / 07-07-2026, 01:08 WIB
Ilmuwan Ungkap Alasan Banjir Bandang Bisa Mematikan dalam Hitungan Menit
Selasa / 07-07-2026, 01:08 WIB
Mengapa Benda Kecil pun Bisa Menghantam Pesawat seperti Bola Penghancur saat Lepas Landas
Selasa / 07-07-2026, 01:07 WIB







