Ilmuwan Ungkap Alasan Banjir Bandang Bisa Mematikan dalam Hitungan Menit
Banjir bandang merupakan bahaya cuaca paling mematikan di Amerika Serikat. Dalam setahun, lebih banyak orang tewas akibat banjir bandang dibandingkan tornado atau sambaran petir.
Penyebabnya ada dua hal yang sering diremehkan: kecepatan air dan kekuatan dahsyat dari air yang bergerak.
>>> Mengapa Benda Kecil pun Bisa Menghantam Pesawat seperti Bola Penghancur saat Lepas Landas
Lebih Cepat dari Kemampuan Tanah Menyerap Air
Banjir bandang adalah kenaikan air secara cepat di daerah yang biasanya kering. Biasanya terjadi dalam waktu enam jam, bahkan sering hanya dalam hitungan menit setelah hujan deras.
Mekanismenya sederhana.
Ketika hujan turun lebih cepat dari kemampuan tanah menyerap, kelebihan air akan mengalir ke tempat rendah, mengumpulkan kecepatan dan volume.
Penyebab utamanya adalah badai petir yang bergerak lambat atau terus terbentuk kembali. Badai ini bisa mengguyur beberapa inci hujan di satu tempat dalam satu jam, melampaui kapasitas drainase.
Menurut National Severe Storms Laboratory, kombinasi kekuatan destruktif dan kecepatan inilah yang membuat banjir bandang begitu mematikan.
Kekuatan Air yang Menipu
Air jauh lebih berat dan kuat dari yang terlihat. Satu kaki kubik air memiliki berat sekitar 62 pon.
Angka-angka berikut menunjukkan betapa berbahayanya air: hanya 6 inci air yang mengalir deras sudah bisa menjatuhkan orang dewasa.
12 inci bisa mengapungkan mobil kecil, dan 2 kaki bisa membawa pergi sebagian besar kendaraan, termasuk SUV dan truk.
>>> 5 Bedak Padat Natural yang Menyatu dengan Warna Kulit, Hasil Flawless Tanpa Belang
Dalam kasus paling ekstrem, banjir bandang bisa mengirim dinding air setinggi 30 kaki yang menghancurkan apa pun di jalurnya.
Update Terbaru
Diskon Rp400 Juta untuk Polestar, Syaratnya Mobil Ini Segera Hengkang dari AS
Selasa / 07-07-2026, 02:15 WIB
Live Report: Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
5 Tips Capsule Wardrobe untuk Perempuan agar Tetap Stylish
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Ilmuwan Akhirnya Ungkap Apa yang Mengubah Badai Menjadi Super Typhoon
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Minyak Esensial untuk Nyeri Osteoartritis: Efektif tapi Perlu Hati-hati
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pemerintah Ubah Peran KEK Jadi Pusat Talenta dan Riset
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Bupati Lampung Timur Tanggapi Warga Perbaiki Jalan Swadaya dan Ajak Tak Bayar Pajak
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Said Iqbal: Tokopedia Dibalikkan ke China, TikTok Harus Tanggung Jawab
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
Said Iqbal Protes ke Menkeu Purbaya: Pengusaha Besar Dapat Tax Amnesty, Buruh Kena Pajak JHT
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
QCY Luncurkan Crossky C50i, Earbuds Clip-On dengan Hi-Res Audio dan LDAC
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
Kreator Bayonetta Sebut Kesuksesan Capcom Berkat Dorongan Ciptakan IP Baru
Selasa / 07-07-2026, 02:08 WIB
CEO Xbox Akui Margin Bisnis 3-10 Kali Lebih Rendah dari Pesaing
Selasa / 07-07-2026, 02:08 WIB
Putin Kaji Opsi Militer Saat Pemimpin NATO Bertemu di Ankara
Selasa / 07-07-2026, 02:07 WIB
Senators Lepas Brady Tkachuk ke Panthers Akhirnya
Selasa / 07-07-2026, 02:07 WIB







