Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat berharap menjadi Presiden ke-7 Republik Indonesia. Namun, ia menilai perjalanan hidup membawanya ke jalan yang berbeda hingga akhirnya dilantik sebagai Presiden ke-8.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

>>> New York Gencar Atur Teknologi, Big Tech Mulai Khawatir

Ia mengenang momen ketika diundang sebagai tamu kehormatan utama pada perayaan Hari Republik India pada 26 Januari 2025.

Hal itu terjadi hanya beberapa bulan setelah dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa presiden pertama Indonesia, Soekarno, juga pernah menjadi tamu kehormatan pada perayaan serupa di tahun 1950.

Karena itu, ia merasa mendapat kehormatan besar bisa mengikuti jejak pendiri bangsa tersebut.

Takdir Menentukan

"Saya ingin menjadi Presiden ke-7. Namun takdir menjadikan saya yang ke-8.

>>> Mengapa Virus Hanta yang Mematikan Menyebar Cepat? Ini Penjelasan Ahli

Terima kasih telah mengundang saya ke sini," ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan.

Ia kembali menegaskan bahwa posisi yang kini diembannya merupakan bagian dari perjalanan yang telah ditentukan. "Jadi, takdir menjadikan saya Presiden ke-8 Republik Indonesia," kata Prabowo.

Diketahui, Prabowo pertama kali maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014. Saat itu ia berpasangan dengan Hatta Rajasa dan kalah dari Joko Widodo serta Jusuf Kalla.

Setelah kembali mengikuti kontestasi politik pada periode-periode berikutnya, Prabowo akhirnya berhasil memenangkan pemilihan presiden dan dilantik sebagai Presiden RI ke-8.

Pernyataan Prabowo mengenai takdir tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam pidatonya.

>>> Mengapa Virus Hanta yang Mematikan Menyebar Cepat? Ini Penjelasan Ahli

Hal itu menggambarkan pandangannya terhadap perjalanan politik yang menurutnya tidak selalu berjalan sesuai rencana, tetapi mengikuti arah yang telah ditentukan.