New York mengambil langkah agresif dalam mengatur industri teknologi, membuat raksasa digital seperti Google dan Meta mulai waspada.

Pendekatan negara bagian ini tidak hanya satu undang-undang besar, melainkan serangkaian kebijakan yang saling melengkapi.

>>> Mengapa Virus Hanta yang Mematikan Menyebar Cepat? Ini Penjelasan Ahli

Salah satu usulan paling ambisius adalah New York Privacy Act, yang masih dalam tahap rancangan.

Jika disahkan, undang-undang ini akan mewajibkan perusahaan mendapatkan izin eksplisit sebelum memproses data konsumen.

RUU itu juga memberikan hak akses, penghapusan data, dan transparansi korporasi. Karena belum menjadi undang-undang, kepatuhan masih bersifat sukarela.

Namun, jika lolos, undang-undang ini bisa menjadi salah satu kerangka privasi paling berpengaruh di Amerika Serikat.

Pasar New York sangat besar sehingga perusahaan sering mengubah praktik nasional mereka agar sesuai dengan standar ketat negara bagian ini.

Perlindungan Anak Sudah Berlaku

New York bergerak cepat melindungi anak di dunia digital.

Child Data Protection Act mulai berlaku pada 20 Juni 2025, berlaku untuk semua situs, aplikasi, atau perangkat yang menargetkan anak atau mengumpulkan data pengguna di bawah 18 tahun.

Aturan ini mewajibkan kepatuhan terhadap pedoman COPPA federal untuk anak di bawah 13 tahun.

Sementara itu, remaja usia 13-17 harus memberikan persetujuan yang diinformasikan untuk sebagian besar penggunaan data.

Perusahaan teknologi hanya bisa menghindari aturan ini jika pelacakan data benar-benar diperlukan untuk menjalankan layanan.

Undang-undang pendamping, SAFE for Kids Act, menargetkan desain media sosial adiktif dengan membatasi feed yang dipersonalisasi secara algoritmik dan notifikasi larut malam untuk anak di bawah umur.

Kantor jaksa agung negara bagian telah menyusun aturan implementasi yang ketat selama setahun terakhir. Aturan tersebut mengatur cara platform memverifikasi usia dan mengumpulkan persetujuan orang tua.