Selama masa transisi, Mamdani menunjuk mantan Ketua FTC Lina Khan sebagai ketua bersama transisi, bersama Maria Torres-Springer, Grace Bonilla, dan Melanie Hartzog.

Khan menghabiskan masa jabatannya di FTC dengan mengejar penegakan antimonopoli agresif terhadap raksasa seperti Amazon, Meta, dan Microsoft.

Kehadirannya yang menonjol menandakan bahwa perlindungan konsumen dan akuntabilitas korporasi akan mendominasi percakapan kebijakan kota, meskipun tanpa kantor kripto khusus.

Di tingkat negara bagian, agenda State of the State Gubernur Hochul 2026 mengusulkan badan koordinasi baru yang kuat: Office of Digital Innovation, Governance, Integrity & Trust (DIGIT).

Badan ini akan mengawasi isu-isu yang mencakup AI, algoritma, privasi data, dan perlindungan konsumen.

DIGIT memungkinkan negara bagian bereaksi seketika saat teknologi baru berdampak pada pemilu, harga, dan pengalaman online anak-anak.

Namun, seperti undang-undang privasi negara bagian, DIGIT masih merupakan proposal ambisius, bukan badan operasional aktif.

Tidak ada satu undang-undang tunggal yang mendefinisikan pendekatan New York terhadap regulasi teknologi. Sebaliknya, negara bagian mengandalkan sistem berlapis yang terus berubah.

Dinding privasi anak yang sudah berlaku berdampingan dengan RUU privasi umum yang mandek.

RUU data kesehatan konsumen terus diveto dan segera diperkenalkan kembali.

Batasan pengadaan keamanan siber yang ketat kini menjadi undang-undang aktif, sementara kantor kripto kota lenyap dalam semalam selama transisi wali kota.

>>> Trump Sebut Iran Pembohong, Kesepakatan Sementara Dianggap Batal

Bagi perusahaan yang beroperasi di New York, pesannya jelas: asumsi lama bahwa Anda bisa menjalankan layanan digital sekarang dan mengurus kepatuhan hukum nanti sudah resmi mati.