Target 10.000 langkah per hari telah menjadi standar kebugaran global. Namun, tahukah Anda bahwa angka ini awalnya hanya strategi pemasaran?

Pada tahun 1960-an di Jepang, klub jalan kaki mempopulerkan pedometer bernama manpo-kei, yang berarti 'meter 10.000 langkah'.

>>> Obat 'Kuda Troya' Bisa Ubah Masa Depan Pengobatan Kanker

Saat itu, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa 10.000 langkah adalah jumlah ideal.

Kini, penelitian modern menunjukkan bahwa semakin banyak langkah harian, semakin rendah risiko kematian dini. Namun, manfaat optimal mungkin tercapai di angka yang lebih rendah.

Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan

Jalan kaki adalah aktivitas fisik sederhana yang tidak memerlukan peralatan khusus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merekomendasikan 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu.

Sebuah studi di JAMA Internal Medicine menemukan bahwa wanita lanjut usia yang berjalan sekitar 4.400 langkah per hari memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya 2.700 langkah.

Manfaat meningkat hingga sekitar 7.500 langkah, lalu stabil.

Analisis lain di The Lancet Public Health menggabungkan data 15 studi dengan 47.471 orang dewasa. Hasilnya, tingkat kematian cenderung menurun seiring bertambahnya langkah harian.

Langkah kaki yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, dan demensia. Namun, penelitian bersifat observasional, sehingga kaitannya belum tentu sebab-akibat.

>>> Rahasia Sukses Messi di Usia 39: Bukan Fisik, Tapi Cara Membaca Permainan

Apakah 10.000 Langkah Wajib Dicapai?

Menurut Dr. Andrew Jagim dari Mayo Clinic, target langkah ideal tergantung pada tingkat aktivitas, waktu luang, dan kondisi kesehatan.

Tidak harus 10.000 langkah.

Studi menunjukkan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan risiko kematian dini. Olahraga terencana mungkin tidak sepenuhnya mengimbangi efek gaya hidup sedentari.