Bagi banyak orang, cokelat bukan sekadar camilan, tetapi juga 'mood booster' yang sulit ditolak.

Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat sebagian orang bahkan mengonsumsinya hampir setiap hari.

>>> Rookie Muda Meriahkan NBA Summer League dengan Aksi Intens

Tapi, sebenarnya bolehkah makan cokelat setiap hari?

Jawabannya adalah boleh, tetapi ada syaratnya.

Jenis cokelat, kandungan gula, hingga jumlah yang dikonsumsi sangat menentukan apakah kebiasaan ini memberi manfaat atau justru berdampak buruk bagi kesehatan.

Manfaat Makan Cokelat Setiap Hari

Kabar baik bagi pencinta cokelat, terutama dark chocolate.

Jenis cokelat ini mengandung kakao dalam jumlah lebih tinggi sehingga kaya flavonoid, yakni senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Flavonoid diketahui membantu memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), sekaligus meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2024 bahkan menemukan bahwa konsumsi dark chocolate secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi hingga 27 persen dan risiko pembekuan darah di pembuluh vena hingga 31 persen.

Semakin tinggi kadar kakao pada cokelat, semakin besar pula kandungan flavonoid yang diperoleh.

Dark chocolate merupakan salah satu makanan yang cukup kaya zat besi. Dalam 50 gram dark chocolate terkandung sekitar sepertiga kebutuhan zat besi harian orang dewasa.

Asupan zat besi penting untuk membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia defisiensi besi yang sering ditandai dengan tubuh mudah lelah, lemas, hingga sulit berkonsentrasi.

Agar penyerapannya lebih optimal, dark chocolate bisa dikonsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C, seperti kiwi, stroberi, atau jeruk.

Tak hanya baik untuk jantung, flavonoid dalam kakao juga bermanfaat bagi kesehatan otak.