Selama bertahun-tahun, target 10.000 langkah per hari dianggap sebagai standar emas untuk menjaga kebugaran.

Namun, para ilmuwan kini menyatakan bahwa angka tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

>>> Portugal Tersingkir, Detik-Detik Ronaldo Pulang dari Piala Dunia 2026

Angka 10.000 langkah berasal dari kampanye pemasaran pedometer Jepang pada 1965.

Perusahaan tersebut menamai alatnya Manpo-Kei, yang berarti 'meter 10.000 langkah', dan memilih angka itu karena karakter kanji untuk 10.000 (万) menyerupai orang berjalan.

Sejak saat itu, target tersebut menjadi legenda urban dan diadopsi oleh berbagai perangkat pelacak aktivitas.

Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari berjalan kaki tidak memerlukan angka setinggi itu.

Jumlah Langkah Optimal Berdasarkan Usia

Sebuah studi yang diterbitkan di JAMA menemukan bahwa jumlah langkah optimal adalah sekitar 8.000 per hari. Di atas angka itu, manfaat tambahan yang diperoleh sangat kecil.

>>> FIFA Cabut Larangan Bermain Folarin Balogun, Diduga karena Trump

Sementara itu, meta-analisis di The Lancet yang melibatkan lebih dari 47.000 orang dewasa menunjukkan bahwa untuk usia di atas 60 tahun, target ideal adalah 7.000 langkah per hari.

Risiko kematian menurun hingga 50% ketika mereka meningkatkan langkah dari 3.000 menjadi 7.000.

Kejutan muncul pada kelompok usia di bawah 60 tahun. Risiko kematian menurun signifikan hingga sekitar 8.000 langkah, tetapi melampaui angka itu justru sedikit meningkatkan risiko.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan tidak menggunakan jumlah langkah sebagai ukuran utama.

Sebagai gantinya, WHO merekomendasikan durasi aktivitas fisik: 150-300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75-150 menit aktivitas aerobik intensitas berat per minggu, ditambah latihan penguatan otot dua hari seminggu.

>>> 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier

Para peneliti menekankan bahwa berjalan kaki memang baik untuk kesehatan. Namun, fokus pada angka tertentu bisa membuat orang yang tidak mampu mencapainya merasa tertekan.