San Diego Padres akhirnya memutus rantai kekalahan. Mereka mengalahkan Los Angeles Dodgers 5-2 pada Minggu malam di Dodger Stadium.

Kemenangan ini mengakhiri delapan kekalahan beruntun Padres, yang merupakan yang terpanjang dalam 13 tahun terakhir.

>>> Paus Melompat dan Menenggelamkan Perahu Pemadam Kebakaran New Jersey

Padres kini mencatat rekor 44-45 musim ini.

Mereka tertinggal empat game dari posisi Wild Card Liga Nasional dan 14 game dari Dodgers di NL West.

Home Run Machado Jadi Penentu

Manny Machado memecah kebuntuan dengan home run tiga angka di inning ketujuh.

Pukulannya melawan pelempar Dodgers Kyle Hurt menjadi home run ke-18 musim ini dan ke-26 sepanjang kariernya melawan mantan timnya.

"Ini bisbol, kawan. Permainan yang indah.

Dan kita semua bodoh memainkannya," kata Machado.

Machado memimpin tim dalam home run dan RBI musim ini meskipun hanya memiliki rata-rata pukulan . 189.

"Ini adalah rentang yang sulit bagi kami. Kami menempatkan diri dalam situasi buruk.

Tapi masih banyak bisbol yang harus dimainkan, dan saya pikir yang terbaik masih di depan kami," tambahnya.

Machado mengakui visibilitas di lapangan sulit pada inning akhir. "Saya tidak bisa melihat bola dengan baik.

Bayang-bayangnya sulit. Tiga atau empat inning terakhir itu sulit bagi semua orang," jelasnya.

Ia melewatkan dua lemparan pertama sebelum memutuskan untuk mengayun. "Yang terakhir, saya hanya berpikir: 'Baiklah, saya akan mengayun apa pun yang datang.'

>>> Kode Hunting Sniper Juli 2026 Terbaru: WAYFINDER, deerhunter, dan followcommunity

Itu beruntung," ujarnya.

Penampilan Gemilang Sears dan Bantuan Bullpen

JP Sears, pelempar kidal, meraih kemenangan setelah melempar lima inning tanpa kebobolan. Ia hanya memberi satu pukulan dan dua jalan, serta mencatat lima strikeout.