Lebih dari 200.000 kondom palsu asal China berhasil lolos masuk ke pasar Eropa setelah secara keliru dideklarasikan sebagai mainan.

Produk senilai lebih dari 200.000 euro atau sekitar Rp4 miliar itu disita di Rumania, Serbia, dan Spanyol.

>>> Nadya Shafa Anaknya Siapa? Istri Sean Ivan De Beule Adik Irish Bella yang Telah Resmi Menikah, Bukan Orang Sembarangan?

Kesalahan fatal ini membuat konsumen berisiko terkena infeksi menular seksual, kehamilan yang tidak direncanakan, serta terpapar bahan kimia dan material yang tidak aman.

Kondom Palsu Tidak Lolos Uji Standar Medis

Di Eropa, kondom dikategorikan sebagai alat medis dan harus memenuhi standar kesehatan dan keselamatan yang ketat.

Persyaratan itu meliputi pengendalian kontaminasi mikroba, biokompatibilitas, ketahanan terhadap kebocoran, dimensi, masa simpan, dan stabilitas.

>>> 9 Parfum Wanita Tahan Lama di Indomaret, Wanginya Bikin Candu Mulai Rp15 Ribu

Produk palsu dari China tidak melewati prosedur tersebut.

Kepala badan anti-penipuan Eropa, Petr Klement, menegaskan bahwa kondom palsu sangat berbahaya karena tidak diuji, tidak terkontrol, dan tidak aman.

Kondom tersebut dijual di Eropa menggunakan nama dan logo merek terkenal.

>>> Peringatan Baru 13 Juli, Apakah Jadi Hari Libur Nasional?

Badan anti-penipuan Eropa bekerja sama dengan otoritas China telah mengidentifikasi eksportir di balik pengiriman tersebut, namun identitasnya tidak diungkapkan.