Laba-laba pemburu (huntsman spider) dari genus Heteropoda asal Queensland, Australia, tercatat sebagai spesies laba-laba paling cepat berlari di dunia.

Hewan ini mampu melesat hingga 3,6 meter per detik, atau sekitar 12,96 kilometer per jam.

>>> Rundown Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Iran dan Irak

Jika mengikuti lomba lari marathon, laba-laba ini bisa berlari dengan pace 4:37 per kilometer.

Kecepatan itu membuatnya lebih ngebut dari rata-rata kecepatan jogging manusia yang berkisar 6,4-9,6 kilometer per jam (pace 6 hingga pace 9).

Dengan kata lain, laba-laba ini bisa dengan mudah menyusul orang yang tengah joging santai.

Riset 258 Spesies Laba-laba

Temuan tersebut merupakan bagian dari riset yang menganalisis kecepatan lari 258 spesies laba-laba.

Para peneliti menggunakan kamera dan kertas berpetak yang dipasang di atas nampan plastik atau lempengan logam untuk mengukur seberapa cepat setiap spesies berlari di antara dua titik.

Riset ini belum melalui proses peer review dan masih berstatus pracetak.

Studi ini tidak sekadar mengukur kecepatan semata.

Tim peneliti juga ingin mengetahui bagaimana evolusi dan anatomi laba-laba memengaruhi kemampuan berlarinya, termasuk bentuk tubuh dan sifat apa yang membuat laba-laba berlari lebih kencang.

"Performa lari yang kuat, setelah memperhitungkan ukuran tubuh dan garis keturunan yang sama, berkaitan dengan kaki yang relatif lebih panjang dan, pada tingkat lebih kecil, dengan kelompok ekologis.

Namun performa itu tidak berkaitan dengan kerampingan kaki atau preferensi bergerak dalam posisi terbalik maupun tegak," tulis para peneliti dalam naskah pracetak mereka, dikutip dari ScienceAlert.

Rekor resmi laba-laba tercepat di dunia sebenarnya masih dipegang laba-laba flic-flac asal Maroko (Cebrennus rechenbergi). Namun gerakan salto ala roda yang dilakukan C.