Cokelat dikenal sebagai camilan manis yang bisa dinikmati kapan saja, termasuk malam hari. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa makanan ini juga mengandung kafein.

Cokelat dibuat dari biji kakao yang secara alami mengandung dua senyawa stimulan, yaitu kafein dan teobromin.

>>> Heliot Ramos Bawa Giants Hancurkan Blue Jays 10-1

Kedua senyawa ini bekerja merangsang sistem saraf, meskipun efek teobromin lebih ringan dibandingkan kafein.

Kombinasi keduanya diduga menjadi alasan mengapa sebagian orang merasa lebih segar atau berenergi setelah mengonsumsi cokelat. Namun, kandungan kafein pada cokelat tidak sebesar pada kopi.

Kandungan Kafein Berdasarkan Jenis Cokelat

Semua cokelat yang mengandung padatan kakao memiliki kafein dalam jumlah tertentu. Semakin tinggi kandungan kakao, semakin tinggi pula kadar kafeinnya.

>>> Hujan Lebat Picu Peringatan Banjir Bandang di Wilayah Tri-State

Menurut data USDA, sekitar 28 gram dark chocolate mengandung 12-24 miligram kafein. Sementara itu, 43 gram milk chocolate mengandung sekitar 9 miligram kafein.

Sebaliknya, cokelat putih hampir tidak mengandung kafein karena dibuat dari cocoa butter, bukan padatan kakao. Sebagai perbandingan, secangkir kopi seduh umumnya mengandung 80-100 miligram kafein.

Meskipun jumlahnya kecil, kafein dalam cokelat tetap bisa memberi efek pada sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap kafein atau mengonsumsinya dalam jumlah banyak menjelang tidur.

>>> Pimpinan BGN dan KPK Bahas Rencana Aksi Tindak Lanjut 10 Temuan MBG

Jika Anda mudah sulit tidur setelah mengonsumsi kafein, perhatikan jenis dan jumlah cokelat yang dikonsumsi, terutama dark chocolate dengan kadar kakao tinggi.