Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan diplomatik dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Hal ini terjadi hanya beberapa hari sebelum KTT NATO yang dijadwalkan berlangsung di Turki.

>>> Microsoft Pangkas 4.800 Posisi Karyawan dalam Restrukturisasi 2026

Pada Minggu malam, Trump mengunggah gambar di platform Truth Social yang menampilkan Meloni menatap ke arahnya. Gambar tersebut diberi teks "restraining order needed" atau "perlu perintah perlindungan".

Meloni sendiri belum memberikan tanggapan publik secara langsung. Namun, sejumlah pejabat tinggi pemerintah Italia angkat bicara pada Senin.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan keyakinannya terhadap kekuatan aliansi. "Kami yakin hubungan transatlantik jauh melampaui pernyataan individu," ujarnya dalam wawancara dengan stasiun berita Italia.

Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini juga meremehkan situasi tersebut. "Saya tidak akan berkomentar lagi tentang hal-hal ini," katanya kepada wartawan.

Menteri Pertahanan Guido Crosetto menegaskan bahwa fokus utamanya adalah kerja sama strategis. "Saya tidak bereaksi sama sekali," ujarnya.

Crosetto juga menekankan bahwa hubungan institusional lebih penting daripada ketegangan politik sementara. "Orang datang dan pergi, tetapi hubungan tetap ada," katanya.

Unggahan terbaru ini memperburuk hubungan yang sudah mendingin selama beberapa bulan. Ketegangan mulai meningkat pada Juni setelah Trump mengklaim bahwa Meloni memohon untuk difoto bersamanya di KTT G7.

Trump sebelumnya juga mengkritik Meloni secara daring. Ia menghubungkan popularitas domestik Meloni dengan kebijakan luar negeri Italia terkait Iran.

"Dia tidak populer di Italia, mungkin karena menolak Amerika Serikat dalam masalah Iran," tulis Trump.

>>> Cara Cepat Tarik Saldo dari 5 Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya di Tahun 2026

Ia juga mengeluhkan kendala logistik dan mempertanyakan kontribusi keuangan sekutu Eropa untuk pertahanan bersama.