Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap baik.

Pernyataan itu disampaikan di tengah kabar keretakan akibat perbedaan sikap dalam perang melawan Iran.

>>> Koperasi Merah Putih Pasar Minggu Tampung Minyak Jelantah Warga

Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (6/7), Netanyahu memuji Amerika dan Trump.

Ia membantah laporan yang menyebut ada keretakan hubungan terkait gencatan senjata dengan Iran dan serangan Israel di Lebanon.

"Amerika telah menjadi kekuatan besar bagi kebaikan, dan tanpa Amerika tidak akan ada demokrasi di dunia, serta tidak akan ada kebebasan di dunia," ujar Netanyahu.

Ia menambahkan bahwa dirinya dan Trump memiliki pandangan yang sejalan dalam hampir segala hal.

Netanyahu mengatakan perbedaan pendapat antara kedua negara bisa terjadi, namun mereka tetap merupakan sekutu teladan.

"Hubungan saya dengan presiden baik-baik saja, dan kami memiliki cara untuk menyelesaikan perbedaan sebagai sekutu yang saling menghormati," katanya seperti dikutip Al Jazeera.

Netanyahu juga mengonfirmasi akan segera kembali mengunjungi Amerika Serikat, namun belum ada tanggal yang ditetapkan.

Pernyataan ini muncul di tengah kritik anggota kabinet Israel terhadap nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran di Swiss yang menyerukan gencatan senjata regional, termasuk di Lebanon.

>>> Unilever Global Bangun Global Hub di KEK Sei Mangkei, Groundbreaking Agustus

Kritik tersebut membuat Wakil Presiden AS JD Vance menegur Israel.

Vance memperingatkan Israel agar tidak terus mengkritik langkah AS terhadap Iran dan tidak menjauh dari satu-satunya sekutu kuat yang masih dimiliki.

"Donald J.

Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang saat ini bersimpati kepada Negara Israel, dan kebetulan ia juga merupakan pemimpin negara adidaya dunia," kata Vance.

Trump sebelumnya mengaku frustrasi dengan Netanyahu yang dinilainya mempersulit perundingan AS-Iran karena Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon untuk menargetkan Hizbullah.

Gencatan senjata Israel dan Hizbullah di Lebanon menjadi salah satu syarat perundingan AS-Iran.

Israel menolak menarik pasukannya dari Lebanon dengan alasan berhak membombardir negara tersebut kapan saja sebagai respons terhadap ancaman.

>>> Samsung Perkirakan Laba Q2 2026 Capai Rp 58,56 Miliar

Serangan Israel di Lebanon selatan pada Senin (6/7) menewaskan empat warga sipil, termasuk seorang guru.